TANJUNG REDEB – Potensi perkebunan menjadi salah satu sektor yang terus dimaksimalkan oleh PemerintahKabupaten Berau. Salah satunya perkebunan kakao yang dianggap menjanjikan.

Menurut Bupati Berau Sri Juniarsih, produksi kakao di Berau saat ini mulai mengalami peningkatan. Potensi ini pun jadi perhatian untuk ditingkatkan. Bahkan Pemkab Berau telah melakukan MoU (Memorandum of Understanding) dengan salah satu perusahaan batu bara di Kabupaten Berau, dalam hal pelatihan dan pendampingan petani kakao serta pemasaran hasil produksi kakao yang ada di Kampung Merasa, Kecamatan Kelay.

“Potensi kakao di Kabupaten Berau sangat bagus. Karena itu kita akan seriusi komoditas perkebunan yang memang menjadi unggulan,” ujar Sri Juniarsih, belum lama ini.

Dikatakannya, biji kakao hasil perkebunan di Kabupaten Berau saat ini menduduki peringkat keempat di Indonesia. Bahkan biji kakao petani Kampung Merasa sudah banyak permintaan dari luar daerah. Yang lebih membanggakan lagi, lanjut bupati, biji kakao dari Berau juga menjadi salah satu wakil yang akan mengikuti Excellence Award 2021 di Paris. “Cukup diperhitungkan biji kakao kita ini. Jadi sayang jika tidak kita manfaatkan dengan baik,” kata Sri Juniarsih.

Dengan adanya dukungan pihak ketiga yang melakukan pelatihan, pendampingan dan pemasaran, dia berharap bisa membantu para petani kakao agar hasil panen bisa meningkat. Yang artinya bisa membantu meningkatkan penghasilan masyarakat yang tentu saja akan berdampak pada pendapatan kampung atau daerah.

“Untuk pemasaran, Alhamdulillah PT Berau Coal sangat mendukung, sehingga pemasaran kini sudah sampai luar daerah, seperti Bali, Jakarta Bogor. Bahkan diekspor sampai Belanda dan Jerman,” lanjutnya.

Keberhasilan ini juga akan selalu dipertahankan dan dimaksimalkan pada sektor-sektor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, seperti agribisnis dan pariwisata. “Saya harapkan dukungan ini bisa memotivasi para petani Kabupaten Berau,” harapnya.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor memberikan motivasi agar pengembangan biji kakao terus ditingkatkan. “Pengembangan kakao di Indonesia memang sudah sangat diakui dunia,” ujarnya. (aky/har)