TANJUNG REDEB– Mendapatkan dua laporan kehilangan kendaraan dengan dua korban berbeda. Jajaran Satreskrim Polres Berau berhasil meringkus satu tersangka dengan inisial Mj (34), warga Jalan Kemakmuran, Suaran, Kecamatan Sambaliung.

Diketahui ada dua laporan kehilangan yang masuk ke Polres Berau, yakni pada Selasa 13 Juli 2021 dan 24 Juli 2021.

Kasat Reskrim Polres Berau, AKP Ferry, melalui Kanit Resum Iptu Sutanto mengatakan, kejadian bermula saat unit Jatanras Polres Berau mendapat laporan bahwa telah terjadi pencurian satu unit mobil Suzuki Carry di Jalan Marsma Iswahyudi, Gang Merak, Kelurahan Rinding, Teluk Bayur. Tim langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Kemudian unit Jatanras bersama Unit Reskrim Polsek Teluk Bayur melakukan pengecekan di TKP. Dari hasil cek TKP dan keterangan saksi-saksi, tim berhasil mengantongi ciri-ciri pelaku yang membawa mobil salah satu korban itu,” dalam rilis yang digelar di Mapolres, Kamis (29/7).

Selang satu hari setelah kejadian di Teluk Bayur, sekitar pukul 08.30 Wita, seseorang datang ke penjagaan Polres Berau melaporkan bahwa telah kehilangan motor. Dengan cepat unit Jatanras kembali menuju TKP untuk memeriksa dan mengecek beberapa saksi. Karena diduga pelaku pencurian mobil dan motor tersebut adalah orang yang sama. “Dan saat tim melakukan pengecekan, menduga bahwa pencurinya adalah orang yang sama dan perlaku juga sudah melarikan diri dari Kabupaten Berau,” ujarnya.

Setelah melakukan pencarian sekitar sepekan. Petugas akhirnya berhasil meringkus pelaku Mj (34) di Kabupaten Kutai Timur bersama barang bukti motor curian yakni motor dengan Nomor Polisi (Nopol) KT 6652 GY.

“Betul saat kami melakukan penyelidikan, korban melarikan diri ke luar Kabupaten Berau, namun tim sudah mengantongi identitas tersangka. Dengan mudah tim pun mengetahui lokasi di mana dirinya bersembunyi,” sambungnya.

Saat tim melakukan pemeriksaan, Mj mengakui bahwa dirinya juga yang telah mengambil mobil Suzuki Carry dengan Nopol KT 8259. Mobil tersebut disembunyikan di kediaman kerabatnya di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara. “Akibat perbuatannya, pelaku terancam pasal tentang pencurian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 363 KUHP Sub Pasal 362 KUHP, dengan ancaman hukuman paling lama 9 tahun,” jelasnya.

Saat diwawancarai awak media, Mj mengaku telah melakukan pencurian sebanyak 26 kali di wilayah Kabupaten Berau. Dan hasil curiannya selalu dilarikan ke luar daerah untuk dijual. “Saya lakukan ini karena memang saya membutuhkan uang dan saya tidak bekerja,” singkatnya. (aky/udi)