TANJUNG REDEB – Melimpahnya hasil perikanan di Berau, tak sejalan dengan industri hilirnya yang belum tergarap maksimal. Hasilnya, sektor perikanan di Berau pun belum bisa maksimal dalam mendorong roda perekonomian Berau.

Ketua Komisi II, DPRD Berau, Atilagarnadi mengatakan, salah satu upaya agar menciptakan industri perikanan adalah dengan mendorong Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Agar terciptanya hilirisasi di sektor perikanan.

“Karenanya UMKM harus kita dorong, agar hilirisasi itu bisa terlaksana,” katanya kepada awak media ini.

Untuk mewujudkan hal tersebut, ia mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan perbankan. Agar mendukung program-program pemerintah, khususnya memajukan UMKM di Bumi Batiwakkal-sebutan Berau.

“Mereka (perbankan, red) juga sudah siap men-support program-program pemerintah yang membantu UMKM,” ujarnya.

Selanjutnya, politisi PDI Perjuangan inipun meminta Dinas Perikanan agar memiliki data base produksi ikan di Berau. Baik itu per hari, per minggu hingga per bulan. “Untuk mendapatkan data base tersebut, perlu dimaksimalkan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang ada di Kelurahan Sambaliung,” ujarnya.

“Karena TPI ini sebagai pintu gerbang masuknya ikan di Berau. Jadi bisa didapat data ikan yang masuk setiap harinya,” sambungnya.

Selain itu, Gatot –sapaan akrabnya- juga meminta Dinas Perikanan mengimbau para pelaku usaha perikanan, untuk terlebih dahulu memasukan ikannya ke TPI, sebelum dijual ke pasar. “Tujuannya supaya data base soal produksi ikan benar-benar nyata di lapangan. Jadi untuk menjalankan program juga akan lebih mudah nantinya,” tandasnya. (mar/arp)