TANJUNG REDEB –Ketua Komisi III DPRD Berau, Atilagarnadi mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau memajukan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Berau, untuk menciptakan hilirisasi bagi sektor perikanan.

Dijelaskannya, saat ini produksi ikan di Berau sangat melimpah. Hanya saja, industri hilir untuk sektor perikanan belum tergarap maksimal. “Karenanya UMKM di sektor perikanan harus kita dorong, agar hilirisasi itu bisa terlaksana,” katanya beberapa waktu lalu.

Bahkan, ia mengaku pihaknya sudah pernah berkoordinasi dengan pihak perbankan, ntuk mendukung program-program pemerintah, dalam memajukan UMKM di Bumi Batiwakkal -sebutan Berau. “Mereka (perbankan, Red) juga sudah siap mendukung program-program pemerintah yang membantu UMKM,” ujarnya.

Sementara menurut Kepala Dinas Perikanan Berau, Tentram Rahayu, sejauh ini Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Perikanan juga sudah berupaya mendorong agar terwujudnya hilirisasi perikanan dalam menghasilkan nilai tambah bagi para pelaku perikanan.

Salah satunya dengan adanya produk hasil olahan ikan, tentu saja bakal menambah nilai ekonomis bagi para nelayan. “Setiap kampung yang berada di wilayah pesisir pun diberi dorongan untuk membentuk kelompok pengolahan hasil perikanan ini," jelas Tentram.

Lanjut Tentram menyampaikan, potensi perikanan di Kabupaten Berau memang memiliki peluang yang sangat besar untuk dikembangkan. Tak hanya dari sisi tangkapan ikan saja, namun bisa diolah menjadi produk lainnya yang memiliki nilai ekonomis. Peluang pengembangan usaha bidang perikanan dan kelautan ini memiliki prospek yang sangat tinggi, sehingga bisa menjadi salah satu sektor unggulan perekonomian daerah yang sangat mungkin untuk diwujudkan.

“Hasil produk ini pun dinilai bisa dikembangkan menjadi lebih besar lagi. Apalagi saat ini potensi hasil ikan yang ada di Maratua masih sangat menjanjikan,” tegasnya. “Dengan hasil yang menjanjikan bakal menjawab segala permasalahan yang saat ini terjadi,” imbuhnya.

Apalagi di tengah pandemi saat ini, masyarakat harus bisa memanfaatkan berbagai peluang yang ada. Disebutnya, potensi olahan ikan sebagai sumber pendapatan. Dengan kunjungan wisatawan yang tinggi, hasil olahan ikan ini bisa dijadikan oleh-oleh kepada wisatawan yang datang. “Potensi kita ada, tinggal bagaimana masyarakat menangkap peluang besar ini,” tuturnya. (mar/har)