TANJUNG REDEB – Pembelajaran tatap muka (PTM) untuk tingkat SMA dan SMP di Berau, sudah mulai dilaksanakan sejak Senin (11/10). Namun Pemkab Berau, belum memutuskan untuk menerapkan PTM untuk jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga SD. 

“Jika jumlah kasus Covid-19 terus melandai dan Berau bisa turun level PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat), tentu akan bisa melaksanakan PTM di semua tingkat jenjang pendidikan, termasuk TK, PAUD dan SD. Tentu dengan prokes (protokol kesehatan) ketat dan memenuhi semua persyaratan PTM terbatas,” ujar Bupati Berau, Sri Juniarsih. 

Sementara diketahui Dinas Pendidikan Berau, telah mengeluarkan surat edaran (SE) terkait pelaksanaan PTM. SE Nomor 060/1987/Disdik-Kab/2021, tentang Penyelenggaraan Pembelajaran Pandemi Covid-19 di Berau, ditujukan kepada pihak PAUD, SD dan SMP. 

Diakui Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Berau Murjani, sebelum memulai PTM, setiap satuan pendidikan harus menyiapkan beberapa dokumen. Terutama SK tim satgas sekolah, data pendidik dan tenaga pendidik yang sudah divaksin, daftar ketersediaan penunjang prokes, list komorbid yang dimiliki satuan tenaga pendidik, persetujuan komite sekolah, serta jadwal mata pelajarannya.  

"Sebenarnya untuk aturan dan pelaksanaan PTM ini tidak jauh berbeda dengan aturan sebelumnya, saat bupati mengeluarkan edaran terkait PTM terbatas yang belum sempat terlaksana karena diberlakukannya PPKM," kata Murjani. 

Murjani menjelaskan, khususnya untuk tingkat PAUD/TK/RA/SLB, dalam sebulan pertama pelaksanaan PTM hanya diperbolehkan diikuti 5 anak didik. Kemudian setelah satu bulan, baru boleh ditambah jumlah anak didik dalam satu kelas menjadi 8 orang. Sementara untuk SD/MI, di bulan pertama hanya bisa diikuti 10 murid, di bulan berikutnya baru meningkat menjadi 14 murid. 

"Saat ini yang terpenting adalah, sekolah dapat memenuhi beberapa persyaratan dokumen untuk pembukaan PTM dan pemberian izin,” tutupnya. (mar/udi)