TANJUNG REDEB – Hingga Agustus 2021, cadangan beras di Bumi Batiwakkal - Sebutan Kabupaten Berau- sebanyak 55.520 ton beras. Namun berjalannya waktu, cadangan beras di gudang Bulog mulai menipis.  

Kepala Dinas Pangan, Pattah Hidayat menguraikan bahwa sisa cadangan pangan Kabupaten Berau di tahun 2020 sebanyak 50.305 kilogram (kg). Lalu, mendapatkan tambahan sebanyak 10 ribu kg dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim. Dengan begitu, total cadangan beras awal Januari 2021 mencapai 60.305 kg. “Itu data kita untuk cadangan beras,” ujarnya kepada Berau Post, kemarin (12/10).

Dari cadangan beras tersebut dirinya menjelaskan ada puluhan ribu kilogram beras juga telah didistribusikan kepada warga yang terdampak pandemi Covid-19 serta beberapa korban yang terapak banjir. “Untuk yang terdampak Covid-19 di Kecamatan Tanjung Redeb meliputi beberapa kelurahan. Jumlah beras yang kami salurkan sudah 24.640 ton. Sedangkan untuk Kecamatan Teluk Bayur kurang lebih 5.400 ton, jadi total penyaluran beras di 2 kecamatan itu mencapai 30.040 ton,” jelasnya.

Sementara itu diakuinya, penyaluran bantuan beras kepada masyarakat terdampak banjir di tahun 2021 ini meliputi 3 kecamatan. Yakni Kecamatan Sambaliung, Teluk Bayur dan Segah. “Total beras yang disalurkan kepada warga yang terdampak banjir secara keseluruhan hingga Agustus lalu 25.480 ton,” ungkap Pattah Hidayat.

Lebih lanjut, untuk keseluruhan data penerima sebanyak 11.104 jiwa dengan jumlah 55.520 ton beras yang tersalurkan. “Jadi total cadangan pangan beras tahun 2020 sebanyak 50.305 ton dengan penambahan 10.000 ton di 2021. Total beras 60,305 ton dikurangi 55.520 ton. Jadi total untuk cadangan beras yang ada di Gudang Bulog saat ini hanya 4.785 ton,” ungkapnya.

Pattah Hidayat juga telah mengusulkan kepada pemerintah kabupaten untuk penambahan stok beras sebanyak 20 ribu ton di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2021 ini. “Ya mudah-mudahan 20 ribu ton ini bisa terealisasi di APBD Perubahan ini. Mengingat stok cadangan beras kita yang ada di Gudang Bulog hanya tersisa 4.750 ton,” ujarnya. 

Apalagi Kampung Merancang sebagai salah satu sentra beras saat ini memerlukan bantuan dikarenakan mereka gagal panen. “Nanti kita akan turunkan tim untuk melakukan pengecekan di sana untuk mengetahui siapa saja yang berhak mendapatkan bantuan beras ini,” tandasnya. (aky)