TANJUNG REDEB - Atlet-atlet Bumi Batiwakkal yang memperkuat kontingen Kaltim, terus menambah pundi-pundi medali di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua. Kemarin (12/10) tambahan medali berhasil diperolah dari cabang layar dan tarung derajat. 

Ketua Persatuan Layar Seluruh Indonesia (Porlasi) Kaltim, Teddy Nanang Abay mengatakan, pada race hari terakhir yang dilakoni atletnya di nomor putri di Pantai Hamadi Jayapura, atletnya mampu menyumbangkan 3 medali emas dan 1 perak. Dengan tambahan medali tersebut, mampu membawa kontingen Kaltim menduduki puncak perolehan medali terbanyak. Dengan total 9 medali dari cabang layar.

"Alhamdulillah, target juara umum cabor layar Kaltim tercapai. Dengan raihan 5 medali emas, 2 perak, dan 2 perunggu," ujarnya Teddy kepada Berau Post saat dikonfirmasi melalui via telepon.

Meski target juara umum tercapai, tapi target 6 medali emas belum terpenuhi. Namun secara keseluruhan sudah cukup puas dengan perolehan medali yang  berhasil ditorehkan para atlet yang notabennya berasal dari Bumi Batiwakkal.

Meski begitu, atlet-atlet cabor layar Kaltim sudah mampu mengatasi bahkan mengeimbangi lawan-lawannya yang juga menjadi unggulan masing-masing daerah yang mengikuti ajang PON tersebut.

"Para atlet sudah berjibaku berusaha keras menyesuaikan kondisi angin laut di Papua, karena memang memiliki karakteristik berbeda. Dan kita hargai usaha atlet yang sudah berjuang sampai hari ini," tuturnya.

Dengan capaian tersebut, juga mengantarkan cabang layar Kaltim mencetak sejarah baru. Karena untuk pertama kalinya mampu menjadi juara umum di ajang PON, setelah 21 tahun membina atlet di pemusatan latihan di Tanjung Batu. 

"Berhasil juara umum di PON tahun ini, menjadikan sejarah pertama untuk layar Kaltim. Sebelumnya hanya runner up, dan alhamdulillah terwujud yang dicita-citakan cabor layar selama ini," bebernya. 

Ditambahkan Ketua Porlasi Berau, Kosim Nor Seha, capaian atlet di PON sudah cukup baik untuk semua atlet. Setiap mengikuti event tentu ada evaluasi-evaluasi perbaikan untuk atlet ke depannya.

Seperti persiapan peralatan yang masih tidak maksimal, kemudian tidak adanya try out untuk mengukur kemampuan atlet, serta waktu orientasi lokasi pertandingan yang masih kurang.

"Setelah ini kita kembali bersiap, jika ada pemanggilan atlet untuk Pelatnas dan program untuk PON Aceh 2024. Kita akan memperkuat kelas-kelas lomba yang akan kita ikuti di PON mendatang," tegas Kosim.

Sementara peselancar putri, Nenni Marlini mengaku belum puas dengan raihan medali perak dan perunggu di dua nomor yang diikutinya. "Evaluasinya harus lebih giat lagi latihannya, agar bisa capai target medali yang lebih baik lagi," tutur Nenni.

Terpisah, atlet tarung derajat asal Berau yang juga berhasil membawa pulang medali perak di PON Papua ialah Muhammad Marcel Ferdinoor di kelas 49 kg - 52 kg.

Pelatih Tarung Derajat Berau, M Nasir Alamsyah menyampaikan, kalau dari segi materi atletnya sebenarnya masih terbilang unggul dari atlet lainnya. Hanya menurutnya, dalam pertandingan memperebutkan medali emas, atletnya masih belum beruntung. Tapi ke depan, atletnya akan dibina terus berlatih agar di PON berikutnya target emas dapat diwujudkan.

“Semoga di PON Aceh mendatang, kami bisa naik di podium utama,” ucap M Nasir.

Meski hanya medali perak, tetapi Ketua Umum Tarung Derajat Berau, Najemuddin tetap bersyukur atas capaian atletnya yang sudah ikut berjuang keras di PON Papua.

"Selamat atas capaiannya karena sudah  mampu memberikan prestasi terbaik untuk Kaltim, dan khususnya Berau sendiri," tutup Najemuddin. (mar/sam)