TANJUNG REDEB – Dinas Pangan Berau bakal merealisasikan toko tani lokal mulai tahun depan. Sebagai upaya membantu petani lokal memasarkan hasil pertaniannya. Hal itu diutarakan Kepala Dinas Pangan Berau, Fattah Hidayat.

Dijelaskannya, keberadaan toko tani lokal sangatlah penting bagi para petani. Apalagi terjadi peningkatan hasil pertanian di Berau saat ini.

“Kami berupaya membantu para petani lokal dalam hal pemasaran produk pertaniannya. Karena pasca panen, para petani bingung untuk mendistribusikan hasil panennya,” ujarnya.

Dengan adanya toko tani, maka akan menampung sekaligus memasarkan hasil pertanian para petani lokal. “Akan kami wujudkan pada tahun 2022, bekerja sama dengan seluruh petani di Berau,” ungkapnya.

Menurut data Dinas Pangan Berau, hasil pertanian lokal di Kabupaten Berau sudah mencapai 20 ribu ton beras per-tahun. Sehingga pemerintah kabupaten berusaha menggiatkan pemasaran beras lokal Berau, sebagai komoditas ekspor dan konsumsi produk lokal.

Lanjut Fattah, produk yang akan didistribusikan di toko tani lokal nantinya, seperti cokelat hingga kopi. Baik yang sudah dalam bentuk kemasan maupun yang belum. Hasil produk UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) juga turut dipasarkan di toko tani lokal ini. Bahkan, produk peternakan juga akan dijual, seperti telur ayam, daging beku dari  Badan Usaha Logistik (Bulog).

“Penjualan produk di toko tani nantinya yang diutamakan produk pangan. Kemudian, untuk hasil pemasaran kami tidak mengambil keuntungan,” terangnya.

“Misalnya, harga Rp 11 ribu, maka harga itu juga yang akan diterima pembeli. Namun yang jelas harga produk itu tentunya ditentukan Pemerintah Pusat dan kami sudah koordinasikan terkait hal tersebut,” lanjutnya.

Sementara itu, perihal teknis pelaksanaan di dalam toko tani lokal, Fattah menyampaikan saat ini tengah disusun bersama bupati Berau. Rencananya, setiap blok dalam toko tani lokal, akan disewakan kepada penggiat UMKM dalam bidang pertanian, perkebunan, peternakan, dan olahan pangan. Hasil penyewaan ini nantinya akan digunakan sebagai upaya dalam menggenjot pendapatan asli daerah (PAD) Berau.

“Nantinya kami akan rapatkan dan kami susun lebih lanjut lagi. Yang jelas nanti akan ada peraturannya sendiri dari bupati melalui Peraturan Bupati (Perbup) dan ada kriterianya juga,” tuturnya.

Pihaknya juga akan bekerja sama dengan organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya. Seperti Dinas Pertanian dan Peternakan untuk hal kualitas produksi dari petani. Begitu juga dengan Bulog, untuk menjual kebutuhan pokok yang berkualitas.

Toko tani lokal ini rencananya akan berlokasi di Jalan Murjani I Kelurahan Gayam. Kini, Dinas Pangan terus berkoordinasi dengan Bupati Berau, Sri Juniarsih untuk penyusunan toko. (aky/arp)