TANJUNG REDEB– Sebanyak 106.267 atau 57 persen masyarakat Bumi Batiwakkal, sudah mendapatkan suntikan vaksin dosis pertama hingga Senin (18/10) lalu. Sementara untuk dosis kedua, sudah mencapai 70.296 jiwa atau 37 persen.

Dijelaskan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau Iswahyudi, capaian vaksinasi ini tidak hanya dari pihaknya, namun juga kontribusi pihak ketiga. Ia mengaku tidak mempermasalahkan jika ada lembaga atau organisasi yang ingin melakukan vaksinasi massal. Asal memenuhi standar operasional pelaksanaannya.

Dengan capaian vaksinasi saat ini, dirinya optimistis target 70 persen untuk mencapai herd immunity bisa terealisasi akhir tahun ini. “Karena yang menjadi kendala selama ini hanya kurangnya pasokan vaksin,” terangnya kepada Berau Post kemarin (19/10). 

Disebutnya, ada lima kategori masyarakat yang menjadi sasaran vaksin. Ia melanjutkan, pihaknya juga berupaya untuk meminta kepada pemerintah provinsi dan pusat, agar menambah jatah vaksin untuk Berau. Karena meskipun status pasien aktif saat ini hanya 40 orang, tapi Berau belum bisa turun dari level 3 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). 

“Sebenarnya kasus aktif di bawah 50 orang itu sudah bisa masuk level 2. Tapi kendala kita ya lagi-lagi kuota vaksin,” jelasnya.

Terlebih saat ini di Berau sudah tidak ada kecamatan zona merah. Zonasinya yakni, lima zona hijau dan delapan zona kuning. Tanjung Redeb masih menjadi kecamatan dengan jumlah kasus aktif tertinggi. Yakni 21 orang. “Yang menjalani perawatan di RSUD hanya 3 orang. Sedangkan sisanya isolasi mandiri,” pungkasnya.(hmd/udi)