TANJUNG REDEB – Dinas Pendidikan Berau optimistis seluruh sekolah jenjang SD dan SMP, bisa menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) pada awal 2022.

Menurut Sekretaris Dinas Pendidikan Berau Suprapto, dari data yang diterima pihaknya, satuan pendidikan yang menggelar PTM terus bertambah. Menurutnya ini tergantung dari kemauan satuan pendidikan untuk menggelar PTM, karena tidak mudah untuk melengkapi syarat administarsi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Serta untuk mengurus berkas tersebut harus mendapat persetujuan dari Pusat Kesehatan Masyarakat dan Satgas Covid-19 setempat.

 “Itu (pemenuhan syarat) kita serahkan ke satuan pendidikan masing-masing,” jelasnya (21/10).  Ia berharap agar kasus Covid-19 di Berau semakin menurun, sehinga pada awal 2022 sudah bisa dilakukan PTM 100 persen. “Insyaallah sudah semua, tapi ini kan berproses,” ucapnya.

Ia mengatakan, pentingya bagi satuan pendidikan untuk melengkapi berkas administrasi, agar jika terjadi suatu masalah maka menjadi tanggung jawab bersama, termasuk dengan orangtua. Bukan sekadar tanggung jawab sekolah tersebut atau dilimpahkan ke Dinas Pendidikan.

“Tidak bisa kita paksakan, masing-masing satuan pendidikan harus berproses melengkapi syarat administrasinya,” sambungnya. Ia menambahkan, terkait dengan vaksinasi tenaga pengajar, diakui Suprapto saat ini angka persentase sudah berada di atas angka 90 persen. Hanya masih menyisakan beberapa guru yang tidak bisa divaksin karena memiliki riwayat penyakit. “Kalau vaksin kan sudah, kita menjadi prioritas,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMP, Dinas Pendidikan, Adang, menuturkan sudah 33 SMP yang mendapat rekomendasi untuk menggelar PTM, dari 49 SMP yang mengajukan beberapa waktu lalu.

 "Ada peningkatan. Kan sebelumnya hanya 29," paparnya. Ia menuturkan, setiap ada sekolah yang mengajukan persyaratan untuk melaksanakan PTM. Namun harus tetap memenuhi kriteria yang sudah ditetapkan oleh Ketua Satgas Covid-19 yakni Bupati Berau.

"Kita tidak bisa sembarang mengeluarkan rekom," paparnya. Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar, Dinas Pendidikan Berau, Mardiatul Idalisah, menyebut ada 44 SD yang mengajukan pelaksanaan PTM. Namun yang baru disetujui sebanyak 7 sekolah.

 "Belum ada penambahan untuk diberikan rekom," jelasnya. Ia menuturkan, meskipun saat ini tren kesembuhan terus menurun, namun bukan acuan untuk seenaknya memberikan kebebasan sekolah melaksanakan PTM. "Ada indikator yang harus dipenuhi," jelasnya.(hmd/udi)