TELUK BAYUR –Badan Usaha Logistik (Bulog) Berau berencana menyerap komoditi jagung dari petani di Berau. Hal ini dilakukan untuk menstabilkan harga pakan ayam.

Dijelaskan Kepala Perum Bulog Berau, Apriansyah, pada tahun lalu pihaknya telah menyerap sebanyak 100 ton jagung. Meskipun tidak sesuai dengan rencana awal, yakni 300 ton untuk estimasi dua bulan.

“Cabang Bulog lain juga sudah ada penyerapan khusus komoditas jagung,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Penyerapan jagung ini, dikatakannya untuk menekan harga pakan ayam yang bahan bakunya merupakan jagung. Selama ini, ia menyebut kerap mendengar keluhan dari asosiasi peternak ayam petelur. Karena pakan ayam yang cenderung mahal, sebab didatangkan dari luar Kalimantan.

Dari informasi yang ia dapat, untuk satu bulan para peternak ayam petelur membutuhkan minimal 135 ton jagung untuk pakan ayam.

Asosiasi tersebut di Kabupaten Berau membutuhkan paling minim 135 ton dalam satu bulan. “Bulog inikan perannya sebagai penstabil harga,” tuturnya.

Di sisi lain, rencana penyerapan komoditi jagung ini terdapat kendala. Karena tidak sesuainya harga jagung di petani dengan ketentuan harga di Bulog. Di mana pihaknya memiliki harga acuan pembelian, dibagi berdasarkan kadar air yang ditentukan.

Kadar air 15 persen di jagung dapat dibeli dengan harga tinggi Rp 3.150. “Sementara untuk jagung dengan kadar air hingga 35 persen, dihargai Rp 2.500,” jelasnya.

Pihaknya juga bahkan telah menyasar petani jagung di Kampung Biatan dan Talisayan. Dua kampung tersebut merupakan salah satu sentra jagung di Berau. Namun, harga yang dipatok para petani disebutnya terlampau mahal, yakni Rp 4 ribu hingga 4,5 ribu.

“Jika tidak bisa dengan harga yang kami tawarkan, maka kami juga tidak bisa apa-apa,” imbuhnya. (mar/arp)