TANJUNG REDEB – Sudah empat hari, tidak ada lagi pasien Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai.

Dijelaskan Dokter Spesialis Paru RSUD dr Abdul Rivai, Robert Naiborhu, memang setiap hari, rumah sakit masih menerima pasien Covid-19. Namun hanya dengan gejala ringan, sehingga tidak dilakukan rawat inap. “Cukup dengan melakukan isolasi mandiri di rumah saja, tapi tetap dikontrol tim surveilans,” katanya kepada Berau Post (31/10). Dengan tidak adanya pasien yang dirawat, ujar Robert, belum ada jaminan jika kasus Covid-19 di Berau akan segera berakhir. Justru dirinya tetap memiliki kekhawatiran adanya gelombang ketiga lonjakan corona di Berau.

Sebab, lanjut dia, meskipun persentase vaksinasi di Berau telah berada di atas 50 persen, tetap saja masih ada penderita dengan gejala ringan, yang menjadi tempat virus bisa bermutasi. Jika mutasi virus baru muncul, tidak menutup kemungkinan vaksin yang telah disuntikkan kepada masyarakat, tak lagi maksimal melawan mutasi virus baru tersebut.

“Tapi saya tetap berharap, dengan vaksinasi yang mulai banyak, mudah-mudahan serangan berikutnya (kekhawatiran gelombang ketiga) tidak separah yang lalu,” ucapnya. Ia memastikan, sampai saat ini virus corona tetap bermutasi gen. Bila virus termutasi dengan kegagalan transkrip RNA, maka kemungkinan besar dapat menimbulkan varian baru yang sangat berbeda. Walaupun kejadiannya hanya pada satu pasien, tetapi potensi menyebarnya sangat tinggi.

“Misalnya ada orang yang tidak patuh protokol kesehata (Prokes) lalu terkena varian delta, orang tersebut sudah vaksin tetapi belum lengkap atau belum vaksin sama sekali. Maka jika terjadi mutasi dari delta, bisa saja nanti virus tersebut tidak bisa ditangkis oleh vaksin dan sifatnya lebih ganas,” tuturnya.

Ia tetap mengimbau masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan, karena hanya dengan mencuci tangan, pakai masker, dan jaga jarak, dapat menjaga diri sendiri dan orang terdekat agar tidak terpapar Covid-19. Ia menegaskan, penurunan angka penyebaran Covid-19 di Berau merupakan hasil usaha dari semua pihak, termasuk masyarakat yang senantiasa menerapkan protokol kesehatan.

“Saya harap masyarakat jangan sampai lupa 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir),” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau Iswahyudi menuturkan, saat ini sudah 8 kecamatan di Berau yang masuk zona hijau. Sedangkan sisanya masih zona kuning.

"Hari ini (kemarin, red) ada tambahan satu kasus terkonfirmasi dan satu pasien sembuh," katanya. Ia menambahkan, untuk kasus aktif hingga saat ini sebanyak 14 orang. Dari jumlah tersebut semuanya hanya menjalani isolasi mandiri.

Meskipun tersisa 14 kasus, Iswahyudi menegaskan, masyarakat jangan sampai lengah. Sebab Iswahyudi juga tetap mengkhawatirkan jika kembali terjadi lonjakan kasus.

"Tetap prokes, jangan lengah," imbuhnya. (hmd/udi)