SAMBALIUNG – Rumah milik Rusdi, warga Jalan Poros Bangun, RT 13, Kampung Sei Bebanir Bangun ludes terbakar, sekira 10.30 Wita. Penyebabnya, diduga karena arus pendek listrik.

Dijelaskan Kapolsek Sambaliung, AKP Budi Witikno, saat kejadian Rusdi bersama rekannya tengah berada di depan rumah. Tiba-tiba, terdengar jeritan anaknya menangis di dalam rumah dan tampak api sudah mulai melahap bangunan rumah miliknya.

“Setelah melihat kondisi rumah terbakar, korban langsung berlari dan meminta pertolongan kepada warga,” ungkapnya kepada kepada awak media ini.

Sembari berusaha memadamkan api, Rusdi bersama rekannya berusaha menyelamatkan sejumlah barang yang masih bisa diselamatakan. “Satu rumah ludes dilahap api, satu unit sepeda motor dan tidak tiga unit sepeda,” katanya.

“Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, diperkirakan kerugian mencapai ratusan juta rupiah,” sambungnya.

Usai api berhasil dipadamkan, Budi menerangkan pihaknya akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut, untuk mencari tahu asal-usul api. Namun, dugaan sementara api berasal dari hubungan arus pendek listrik.

“Masih kami lakukan olah tempat kejadian perkara (olah TKP). Tetapi dugaan kuat karena arus listrik, karena tidak ada tanda ledakan saat api tersebut berkobar,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, Nofian Hidayat menambahkan, dalam kejadian tersebut pihaknya dibantu TNI/Polri dan masyarakat setempat untuk memadamkan api. “Kami menurukan tiga unit Damkar untuk memadamkan satu unit rumah semi permanen itu," jelasnya.

Dalam peristiwa tersebut, Rusdi ditaksir menderita kerugian Rp 100 juta. Karena banyak barang tak terselamatkan. “Dalam rumah itu terdapat satu Kartu Keluarga (KK) dengan lima jiwa,” ucapnya.

“Masyarakat harus selalu waspada. Jika ada potensi, maka segera mungkin melaporkannya ke pihak BPBD atau Polsek setempat,” tandasnya. (aky/arp)