TANJUNG REDEB - Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau Taupan Madjid, menyebut pembangunan Stadion Olimpic Mini Teluk Bayur, segera tuntas.

Namun untuk memenuhi kelengkapan stadion yang menjadi venue utama Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim 2022, masih dibutuhkan kucuran dana sekitar Rp 30 miliar.  Seperti untuk melengkapi fasilitas generator set (genset), empat tiang dan lampu penerangan stadion, serta pembuatan halaman parkir yang mengelilingi lapangan.

Dikatakan Taupan, kucuran anggaran pembangunan stadion mini memang akan dianggarkan tahun depan. "Yang pastinya kita akan gerak cepat. Jika nanti anggarannya sudah ada, proses lelangnya pun diupayakan dipercepat semaksimal mungkin," ujarnya kepada Berau Post kemarin (20/11). 

Diakui Taupan, usulan penambahan anggaran tersebut sudah masuk dalam pembahasan anggaran di DPRD Berau. Pihaknya pun berharap kebutuhan dana tersebut bisa teranggarkan. "Itu harapan kita," tuturnya.

Sesuai target, stadion sudah harus rampung dua bulan sebelum November 2022, atau akhir Agustus tahun depan. Karena stadion akan diuji coba terlebih dulu sebelum perhelatan porprov. 

"Kita berupaya semaksimal mungkin agar stadion ini bisa menjadi venue pembukaan dan penutupan perhelatan porprov mendatang," lanjutnya. 

"Untuk lahan di dalam (stadion) sudah tuntas semua. Tinggal 4 hektare (di sekitar stadion) yang belum tuntas pembebasan lahannya. Rencananya akan digunakan untuk cabor road race dan panahan," sambungnya. 

Menurut Taupan, suksesnya penyelenggaraan event besar provinsi tersebut, bukan tanggung jawab Pemkab Berau semata. Tetapi juga dibutuhkan kontribusi dari provinsi dan pihak swasta. Khusus untuk swasta, diharapkan bisa berkontribusi untuk meringankan beban anggaran Pemkab Berau. 

"Sudah kita wacanakan waktu untuk mengundang pihak swasta. Untuk memaparkan kebutuhan kita berapa dan kekurangan kita apa saja. Saya yakin mereka akan membantu," katanya. 

Sementara Ketua Komisi III DPRD Berau Saga, mengakui anggaran tambahan untuk penyelesaian stadion mini di Teluk Bayur, masih melalui proses pertimbangan.

Ia mengungkapkan, DPRD Berau belum sepenuhnya setuju dengan permintaan anggaran yang akan masuk di APBD murni 2022 nanti. Sebab usulan anggaran tersebut masih masuk dalam tahap analisa, untuk menentukan besaran pastinya.

“Kalau Pemkab kan sekian miliar mintanya, masih kami analisa terlebih dahulu. Sekaligus meminta kejelasan dari provinsi, dari KONI Kaltim juga,” jelas Saga. 

Menurutnya, pihaknya juga masih menunggu kejelasan dari provinsi. Apalagi saat ini situasi masih berada di dalam pandemi Covid-19. “Banyak anggaran yang masih harus dialokasikan untuk penanganan Covid-19, kita harus punya cadangan anggaran. Sebab kita tidak tahu sampai kapan pandemi ada. Anggaran harus digunakan semaksimal mungkin,” katanya.

Disebutnya, tugas Pemkab Berau untuk mengejar kepastian anggaran ke provinsi, harus ada kejelasan besaran bantuan untuk porprov.

Kata Saga, Pemkab juga harus mencari alokasi dana seperti kepada pihak swasta. Hal itu sangat baik dan membantu, apalagi banyak perusahaan besar dan kuat yang berada di sektor pertambangan maupun perkebunan, khususnya kelapa sawit.

“Mari sama-sama, khususnya pemerintah agar bisa mencarikan solusi untuk anggaran porprov ini. Jangan berharap dengan APBD Berau, banyak dari sana sini yang bisa dicari,” tutupnya. (mar/udi)