TANJUNG REDEB - Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau Taupan Madjid, ada sepanjang 550 kilometer jalan di Bumi Batiwakkal -sebutan Kabupaten Berau- yang masih rusak.

Hal itu disampaikannya berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan pihaknya belum lama ini.

Meski dapat mengetahui total kerusakan, namun saat ini pihaknya juga tidak bisa berbuat banyak karena keterbatasan anggaran yang ada tidak cukup untuk melakukan perbaikan jalan secara keseluruhan.

“Semua usulan telah kami (DPUPR, red) tampung, diperkirakan untuk memberbaiki seluruhnya membutuhkan biaya hingga Rp 3 triliun. Karena anggaran terbatas, jadi kami hanya bisa mengimbau agar masyarakat bisa bersabar,” ucap Taupan belum lama ini.

Untuk membantu pemerintah dalam membenahi jalan, pihaknya masih terus berupaya menggandeng perusahaan yang beroperasi di Berau.

“Jalur-jalur yang menjadi tempat lalu-lalangnya kegiatan perusahaan sawit maupun batubara itulah yang akan kita lakukan kerja sama. Contohnya, perusahaan itu menyediakan bahan baku dan kami akan melakukan pengerjaannya,” jelasnya.

Dengan cara itu disebutnya tentu meringankan beban daerah dalam melakukan pemeliharaan jalan. Namun yang menjadi prioritas utama ialah jalan poros utama.

“Dari perkotaan ke kecamatan. Seperti jalan ke Kecamatan Segah contohnya, itu merupakan prioritas yang yang seharusnya dilakukan perbaikan. Dan jalan-jalan lain yang menuju ke kecamatan dan kampung terjauh,” sebut Taupan.

“Akan kita benahi jalan-jalan yang menjadi prototas, dan saat ini kita masih mendata jalan mana yang rusak dan memang membutuhkan perbaikan segera,” tandasnya. (aky/sam)