SEGAH - Jasad warga asal Segah, Sarifuddin (33) akhirnya ditemukan sekitar pukul 12.00 Wita kemarin (23/11), setelah sempat dinyatakan menghilang Senin (22/11).

Jasadnya ditemukan 200 meter dari lokasinya memancing bersama rekannya di Sungai Gei, Kampung Long Laai.

Dijelaskan Pejabat Sementara (PS) Kapolsek Segah Iptu Alimuddin, sebelum diketahui menghilang, Sarifuddin sebenarnya diajak dua rekannya Fauzi dan Boge kembali ke tenda, untuk mendatangi Sudirman yang tidak ikut memancing.

Sesampainya di tenda, Fauzi langsung mengantar Boge ke tempat kerjanya. “Korban saat itu sendirian di TKP (Tempat Kejadian Perkara),” sebut Alimuddin.

Hingga pukul 15.00 Wita disebut mantan Kanit 2 Satintelkam Polres Berau ini, Fauzi yang selesai mengantar Boge langsung mencoba menemui korban, di sana dia hanya melihat sandal dan pancingan korban.

Tidak melihat keberadaan korban. Dirinya pun langsung mencarinya ke tenda namun tetap tidak menemukannya.

“Fauzi sempat tanya ke Sudirman soal keberadaan korban, tapi Sudirman menyebut korban tidak ada kembali ke tenda,”

Keduanya pun langsung mencoba mencari korban di sekitar lokasi korban memancing. Tetapi pencarian sekitar satu jam tak membuahkan hasil.

Fauzi pun berinisiatif melaporkan hal tersebut kepada pihak perusahaan tempat mereka bekerja, dan dilakukan pencarian hingga pukul 18.00 Wita, namun korban belum juga ditemukan.

“Setelah itu mereka melaporkan kepada kami (Polsek Segah, red). Mendapat laporan itu kami langsung bentuk tim untuk melakukan pencarian malam itu juga,” katanya.

Melakukan pencarian hingga dini hari, keberadaan korban masih belum ditemukan, akhirnya pencarian dihentikan dan dilanjutkan pada Selasa (23/11) pagi.

Dibantu Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, serta masyarakat akhirnya jasad korban berhasil ditemukan.

Setelah dilakukan pemeriksaan, tidak terdapat adanya indikasi kekerasan di tubuh korban. Diduga korban hendak buang air kecil dan terpeleset hingga jatuh ke sungai. Kuat dugaan juga korban tidak bisa berenang, sehingga tenggelam.

“Rencananya korban akan dikirim ke Sulawesi untuk dimakamkan,” pungkasnya. (hmd/sam)