TANJUNG REDEB –Pihak Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pulau Derawan menyerahkan aset hibah dari Bank Indonesia, kepada Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Masrani, Kamis (25/11).

Menurut Masrani, pihaknya akan menyimpan aset tersebut hingga Pokdarwis Pulau Derawan yang baru sudah terbentuk. “Kami simpan dulu, nanti kami serahkan,” ujarnya kepada Berau Post.

Aset tersebut disampaikannya, sudah pernah dibahas pada 21 Mei lalu. Namun baru terealisasi pada November ini karena adanya permasalahan. Sehingga, setelah dilakukan pertemuan dan diputuskan, aset tersebut untuk sementara disimpan di pihaknya. Lalu akan diserahkan lagi ke Pokdarwis yang pengurusan baru.

“Beliau (mantan ketua Pokdarwis, red) mau menyerahkan ke kami, dan setelah barangnya lengkap, baru kami serahkan ke kampung,” tuturnya.

Dirinya mengatakan, permasalahan dualisme Pokdarwis di Pulau Derawan pun telah usai. Dari pihak Pokdarwis periode 2017-2020 memang ada mengajukan persyaratan. Yakni, kolaborasi antara Pokdarwis baru dengan Pokdarwis yang dibentuk oleh pengurus lama.

“Kami ini bersama-sama ingin memajukan Pulau Derawan, masukannya sangat bagus. Dan kami akan terapkan,” paparnya.

Lanjut Masrani, tujuan pembentukan Pokdarwis untuk memajukan pariwisata di Pulau Derawan. Pokdarwis yang dibentuk pengurus lama, diakuinya memang telah dua kali mengirim surat ke Disbudpar. Namun ia menilai, hal ini kurang tepat. Sehingga, dari kampung membentuk Pokdarwis baru dan di SK-kan oleh Disbudpar.

“Jadi permasalahan ini sudah selesai, semua sudah sepakat,” katanya.

Kemudian, untuk kolaborasi disebutnya memang perlu dilakukan. Mengingat pentingnya wisata di Pulau Derawan. Dalam hal ini, Masrani mengatakan, pihaknya akan memberikan arahan kepada pihak pokdarwis.

Sementara itu, Kepala Kampung Pulau Derawan, Bahri menuturkan, penyerahan aset itu dilakukan dari Disbudpar ke kampung. Sehingga, penyaluran asetnya jelas. “Memang ada beberapa item yang belum diserahkan. Termasuk speedboat dan bagan,” ungkapnya.

Bahri menuturkan, pihaknya ingin memajukan pariwisata di Pulau Derawan. Salah satunya dengan mengkolaborasikan antar-Pokdarwis baru dengan yang lama. Bahkan, sejak awal pihaknya sudah merekrut 60 persen anggota Pokdarwis yang lama. Sehingga 40 persennya pengurus baru.

“Memang ada beberapa yang tidak masuk. Ke depannya, apa yang diserahkan dari Disbudpar, itu yang akan kami kelola,” pungkasnya. (hmd/arp)