TANJUNG REDEB – Hari ini akan dilaksanakan Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim.

Sejumlah agenda penting di bidang olahraga akan dibahas, termasuk kesiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII di Berau akan dibahas dalam pertemuan itu.

Namun sebelum itu, KONI Berau bersama Panitia Besar (PB) Porprov Kaltim 2022 dengan KONI Provinsi menggelar Pra Rakerprov, kemarin (27/11). Menurut Ketua KONI Berau Al Hamid, pertemuan tersebut sejatinya membahas keseluruhan persiapan tuan rumah pelaksana event empat tahunan tersebut.

"Hari ini (kemarin, red) baru pembahasan pra sebelum Rakerprov besok (hari ini, red)," ujarnya kepada Berau Post.

Pada prinsipnya, dalam Rakerprov nanti katanya yang sangat diharapkan oleh tuan rumah adalah kepastian anggaran dari provinsi. Terlebih Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim memastikan nilai anggaran untuk perhelatan Porprov 2022, akan disampaikan sebelum pelaksanaan rapat anggota tahunan (RAT) atau Rakerprov.

PB Porprov Kaltim 2022 sebutnya, telah menemui Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltim Muhammad Sa’bani di Samarinda, beberapa waktu lalu. Mereka meminta kepastian alokasi anggaran untuk Porprov nanti di Berau.

Wakil Ketua II PB Porprov, La Ode Ilyas mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum juga mendapatkan kepastian berapa yang bisa dibantu Provinsi dalam perhelatan porprov nanti.

Tetapi, harapan KONI dalam hal ini PB Porprov, semestinya sudah ada kepastian kucuran dana untuk Porprov. Paling tidak bisa dipastikan saat RAT. "Sehingga kami juga tidak harap-harap cemas. Sebenarnya kami sudah mengantongi beberapa cabor yang bakal dipertandingkan," beber La Ode.

Karena sejatinya perhelatan Porprov ini disebutnya kerja bersama. Di mana agendanya provinsi, tuan rumahnya Kabupaten Berau. Sehingga, jangan sampai tidak ada angka pasti dari pihak provinsi.

La Ode juga mengungkapkan, sudah menyampaikan besaran angka yang dibutuhkan sesuai dengan jumlah cabor yang akan dipertandingkan. Namun, pihaknya khawatir karena persoalan anggaran, akan ada cabor yang tidak dipertandingkan.

"Karena pada prinsipnya keinginan tuan rumah bisa mainkan semua cabor sesuai rencana kami," ucapnya.

"Tetapi tidak mungkin juga kami paksakan, andai kata anggarannya tidak ada. Sementara masih ada yang lebih urgent sebenarnya. Seperti sarana dan prasarana, termasuk operasional dan peralatan tanding," sambungnya. (mar/sam)