TANJUNG REDEB –Legislator Golkar, Sri Kumala Sari meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mulai mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) bagi rumah sakit (RS) tipe B. Sehingga tak hanya terfokus pada pembangunan fisik gedung semata.

Diketahui sebelumnya, pembangunan rumah sakit tipe B akan dimulai tahun depan dengan sistem multiyears contract.

“Jangan hanya terfokus pada satu saja yakni bangunan atau fisiknya, tetapi juga harus memikirkan dan mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM)nya, seperti dokter, perawat dan tenaga kesehatan lainnya,” katanya.

“Karena meskipun nanti RS itu sudah berdiri, tapi kalau SDMnya tidak mendukung, maka pelayanan tidak akan maksimal,” tambah Sri saat rapat paripurna pengesahan Raperda APBD Berau tahun 2022, Jumat (26/11).

Ia menjelaskan, SDM merupakan hal penting. Karena bercermin pada RSUD Abdul Rivai dan RS Pratama Talisayan, masih terdapat kekurangan tenaga kesehatan sampai sekarang.

“Kalau mau memberikan pelayanan ke masyarakat, kan harus optimal. Jangan sampai seperti yang sudah ada sekarang, di mana masyarakat terkadang masih kesusahan. Malah mengantre panjang untuk mendapatkan pemeriksaan lantaran jumlah dokter yang terbatas,” ungkapnya.

Selain SDM, pemkab juga disarankan mulai memperhatikan sarana dan prasarana atau alat kesehatannya. Pasalnya, dengan RS tipe B, maka semua pemeriksaan dan pengobatan sudah bisa didapatkan masyarakat di Berau. Tanpa harus dirujuk ke luar daerah.

Ia pun mencontohkan seperti peralatan kesehatan CT scan dan alat cuci darah. Sehingga perlu dipersiapkan di RS baru nantinya.

“Apalagi RS yang akan dibangun ini merupakan tipe B, di mana semuanya baik nakes maupun alkes harusnya sudah ada. Jadi, masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya lagi untuk mendapatkan pengobatan ke luar Berau,” pungkasnya. (aky/arp)