TELUK BAYUR - Satu kontrakan sekaligus bengkel di RT 3 Gang Garuda, Kelurahan Rinding, dilahap api sekira pukul 19.00 wita, Selasa (30/11).

Menurut Rahman, salah seorang saksi mata, saat itu berada di surau hendak Salat Isya. Kemudian mendengar suara teriakan. Setelah dicek, ternyata api sudah berkobar di bengkel yang diketahui milik Agus.

"Yang teriak itu perempuan, mungkin istrinya. Kami langsung ke sana, api sudah besar," jelasnya.

Besarnya api tidak bisa dipadamkan dengan peralatan yang dibawa warga, terlebih lokasi tersebut banyak ditemukan bahan yang mudah terbakar. "Itu bengkel, api cepat besar. Api tidak tahu darimana," ucapnya.

Ia tidak mengetahui apakah saat kejadian ada Agus atau tidak. "Kalau sore saya lewat masih ada. Kalau pas kejadian saya tidak tahu. Kami juga tidak dengar ada suara ledakan sebelumnya," tambahnya.

Sementara itu, Kapolsek Teluk Bayur Iptu Kasiyono, menuturkan, menurut keterangan saksi api berasal dari plafon kemudian jatuh ke kasur karena itu api mudah membesar. "Dugaan sementara karena korsleting listrik," jelasnya.

Mantan Kapolsek Gunung Tabur ini mengatakan, akibat insiden kebakaran api sedikitnya 16 unit kendaraan roda dua ludes terbakar, hanya satu unit mobil berhasil diselamatkan. Untuk barang-barang korban sendiri, hanya sebagian yang selamat. "16 unit motor itu orang servis ya," katanya.

Adapun api berhasil dipadamkan satu jam kemudian, setelah unit pemadam kebakaran dari Kecamatan Teluk Bayur dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau melakukan penyemprotan dari berbagai arah, untuk mencegah api melebar ke pemukiman warga.

"Untuk korban jiwa tidak ada, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah," pungkasnya.(hmd/sam)