TANJUNG REDEB - Agenda Rakerprov KONI Kaltim yang telah dilaksanakan di Samarinda, turut mengambil keputusan dengan meniadakan Kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (Pra-Porprov). 

Keputusan tersebut diambil setelah 8 KONI kabupaten/kota se-Kaltim kecuali Berau dan Kutai Kartanegara, menyatakan tak memiliki anggaran tampil di ajang kualifikasi tersebut. 

Kondisi pandemi Covid-19, disebut sangat berimbas pada kondisi keuangan di kabupaten/kota yang rencananya akan ambil bagian di perhelatan Porprov 2022 mendatang. 

Sejatinya ajang kualifikasi merupakan media untuk memperebutkan tiket menuju Porprov VII/2022 di Berau. Sehingga ketika ajang sesungguhnya, atlet yang tampil telah tersaring lebih dahulu. Dengan keputusan tak ada pra-porprov, maka dipastikan seluruh daerah dapat berpartisipasi dalam multi event empat tahunan nanti. 

Ketua KONI Berau Al Hamid membenarkan adanya kesepakatan meniadakan Pra-Porprov, yang direncanakan paling lambat dilaksanakan pada Maret 2022. Tapi di sisi lain memang, tidak digulirkannya pra-porprov tertuang dalam Rancangan Perubahan Aturan Porprov 2021. Yakni Pasal 15 ayat 8, yang berbunyi dalam hal terjadi kejadian luar biasa seperti pandemi Covid-19 dan lain-lain yang dianggap darurat, maka pra-porprov tidak dilaksanakan.

"Pada rapat pleno dalam Rakerprov kemarin, banyak hal yang menjadi perhatian bersama. Mulai dari mutasi atlet, penetapan jumlah cabor, hingga persoalan pra-porprov yang sepakat ditiadakan," ujarnya kepada Berau Post, kemarin (30/11). 

Sepakat ditiadakan Pra-Porprov juga menjadi sorotan pengurus di Kabupaten Berau. Meski tak begitu berpengaruh karena sebagai tuan rumah, tapi dari segi penyaringan atlet dianggap penting pra-porprov untuk dilaksanakan. Namun, sebagian cabor Bumi Batiwakkal tak begitu persoalkan. Karena ajang kejurprov bisa menjadi alternatif sebagai tolok ukur cabor menyaring atlet-atlet berpotensi. 

"Bukan menjadi masalah bagi cabor atletik, karena untuk tolak ukur atlet bukan pra-porprov saja. Tapi dengan adanya Kejurprov atau Kejurda itu sama saja menyaring atlet yang berpotensi," ujar Ketua Cabor Atletik Berau, Saharuddin. 

Meski sedikit mengecewakan bagi cabor judo, tapi disebut Ketua Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Berau, Guruh, ajang Kejurprov memang menjadi salah satu ajang untuk mengukur atlet terbaik yang dimainkan di Porprov. 

"Sebenarnya kecewa, karena pra untuk menjaring atlet yang akan berjuang di Porprov. Tapi untuk cabor judo sendiri kemungkinan Kejurprov akan digelar Februari nanti untuk menyeleksi yang lolos ke Porprov," beber Guruh.(mar/udi)