TANJUNG REDEB — Kementerian Agama (Kemenag) Berau, mengaku belum menerima informasi terkait jamaah umrah yang berangkat melalui Bandara Kalimarau, pada Rabu (1/12). Padahal, Pemerintah Arab Saudi telah resmi membuka kuota untuk jamaah yang akan melakukan ibadah umrah.

Menurut Kepala Seksi (Kasi) Haji dan Umrah Kemenag Berau, Jailani, pada hari pertama ini, pihaknya belum menerima data jamaah umrah yang berangkat. Kemungkinan data akan masuk pada 2 Desember

“Untuk data hari ini (kemarin, red) belum kita terima,” ujarnya.

Ia melanjutkan, terkait dengan pembukaan atau pencabutan suspend terhitung mulai 1 Desember (2021). Dengan dibukanya suspend, secara otomatis umrah sudah bisa dilakukan. Hal ini tentu merupakan kabar gembira, pasalnya sudah lama masyarakat ingin melaksanakan umrah.

“Sejak awal memang umrah itu tidak bermasalah bagi negara yang tidak di suspend. Sehingga dengan adanya pencabutan suspend maka secara otomatis bisa dibuka edaran yang kemarin diterbitkan oleh Kementerian Dalam Negeri dan disebarluaskan,” katanya.

Berkenaan dengan penyelenggaraan ibadah umrah 1443 H, Kailani menjelaskan, Pemerintah Arab Saudi telah mengeluarkan surat edaran Kementerian Haji dan umrah Arab Saudi Nomor 421214038 tanggal 18 Dzulhijjah1442 H/25 Juli 2021 M yang berisi antara lain ibadah umrah tahun 1443 H dimulai pada tanggal 1 Muharram 1443H/10 Agustus 2021.

“Saya kira detail terhadap pelaksana ini sama saja dengan edaran kementerian haji terutama 25 Juli yang isinya adalah protokol kesehatan. Kemudian juga mekanisme pengajuan atau proses visa dan juga karantina,” jelasnya.

Ia melanjutkan, merujuk  edaran pada 25 Juli lalu, semua telah diatur untuk pelaksanaan umrah, baik secara mekanisme, prokes, maupun berapa lama proses karantina. “Lengkap sudah semua,” pungkasnya.(hmd)