SAMBALIUG– Banjir yang menerjang lima kampung di beberapa kecamatan mulai surut. Hal itu disampaikan Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, Azkar.

Lima kampung yang mengalami banjir di antaranya Tumbit Dayak, Tumbit Melayu, Siduung Indah, Merasa dan Long Lanuk.

Dikatakan Azkar, rata-rata ketinggian air sudah mulai surut. Namun untuk kawasan yang rendah, air masih merendam rumah-rumah warga. “Untuk tim masih stand by di lokasi,” katanya saat dikonfirmasi awak media ini.

Ia menjelaskan, ketinggian air sebenarnya tak bisa diperkirakan. Karena bisa berubah sewaktu-waktu, mengingat cuaca saat ini puncak musim hujan. Sehingga, apabila di hulu terus dilanda hujan, tidak menutup kemungkinan air akan kembali naik. “Memang saat ini ketinggian air sudah mulai turun,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Kampung Tumbit Dayak, Achmad Jamlan juga membenarkan, bahwa ketinggian air terus mengalami penurunan yang signifikan. “Kalau hujan di sini (Kampung Tumbit Dayak, red) saja tidak masalah. Yang masalah jika hujan di hulu,” ujarnya.

Di sisi lain, musibah banjir ini disampaikannya tidak merusak sektor pertanian warganya. Karena telah melewati musim panen pada September hingga Oktober lalu. “Ladang aman saja,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Kampung Tumbit Sari, Maspri menyebut, banjir yang terjadi di kampungnya, tidak tidak sampai naik ke rumah warga. Kondisi air juga sudah mulai surut. Hanya saja, ladang yang baru ditanami warganya banyak yang terendam banjir. “Sebagian warga baru menanam padi beberapa minggu lalu. Kemudian banjir,” katanya.

Selain itu, tanaman labu yang belum cukup usianya untuk dipanen, juga terpaksa dipanen lebih awal warga. Guna menghindari kerugian yang lebih besar. “Mau tidak mau dipanen saja. Karena terendam banjirkan,” tuturnya.

Saat ini, pihaknya pun masih mendata luasan lahan warga yang terdampak banjir. “Kami masih memetakan berapa lebar dan luas lahan warga yang terendam,” pungkasnya. (hmd/arp)