TANJUNG REDEB – Ikuti launching di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai, Bupati Sri Juniarsih turut ‘sentil’ kinerja manajemen. Hal itu dilakukannya, karena banyaknya keluhan yang sampai pada dirinya, terkait pelayanan di rumah sakit plat merah itu.

Sebutnya, salah satu keluhan yang paling sering sampai di telinganya ialah, adanya pembedaan layanan antara pasien kelas satu, dua, dan tiga.

“Semoga berita yang menyebar mengenai membedakan pelayanan pasien untuk setiap kelas tersebut tidak benar. Hal ini semoga menjadi evaluasi bagi kita semua, bahwa melakukan pelayanan untuk tidak membeda-bedakan antara pasien satu dengan yang lain,” ujarnya belum lama ini.

“Ke depan, dari kelas manapun pasiennya kita tetap harus melaksanakan tugas dengan baik. Sebab perawat memang dituntut untuk bisa memberikan pelayanan yang maksimal. Paling tidak ramah lah kepada pasiennya,” sambungnya.

Katanya, pasien yang berobat tentunya berkeinginan untuk cepat sembuh dengan pelayanan baik dan kondisi ruangan yang sangat nyaman.

“Demi kenyamanan pasien, kita mesti maksimalkan pelayanan dari segi Tenaga Kesehatan (Nakes) dan ruangan tempat perawatan diutamakan terlebih dahulu,” katanya.

Dirinya juga mengingatkan untuk memperbatikan beberapa poin, di antaranya memastikan kebersihan taman, selokan, hingga toilet secara optimal agar bisa berfungsi maksimal.

Hal itu katanya bisa menjadi penunjang dan pendukung untuk membantu dalam proses penyembuhan pasien. “Pasien sakit tentunya datang ke rumah sakit bertujuan untuk sembuh, jangan sampai pasien yang sakit datang ke tempat yang membuat sakitnya tambah sakit,” tutup Sri Juniarsih.

Sementara Direktur RSUD dr Abdul Rivai, Nurmin Baso, menegaskan kalau pihaknya tidak pernah membeda-bedakan pasien dalam memberikan pelayanan.

Hanya saja, pihaknya sering meminta surat hanya untuk memastikan pasien tersebut apakah terdaftar dalam asuransi atau tidak. “Kita tidak pernah membedakan semua pasien, itu tidak benar. Hanya saja terkadang banyak masyarakat yang tidak puas dengan kinerja kita,” ujarnya diwawancara, Minggu (5/12).

Dirinya selalu menekankan kepada jajarannya, untuk selalu santun terhadap pasien yang sedang menjalani perawatan, dan hal itu pun diklaimnya sudah dilakukan para nakes kepada pasien.

“Mungkin persepsi masyarakat saja yang seperti itu, dan mengatakan bahwa pelayanan kami kurang maksimal,” jelasnya.

Sedangkan untuk fasilitas ruangan memang diakuinya beberapa kelas tidak di pasangkan Air Conditioner (AC), namun sudah ada kipas angin untuk menyejukkan ruangan.

“Sempat di ruangan kelas tiga pun kita pasangkan AC, tetapi memang kadang ada pasien yang tidak bisa sehingga kita buka dan diganti dengan kipas angin,” imbuh dia.

Meski begitu dipastikan Nurmin, pihaknya tidak anti kritik, bahkan jika ada pasien yang merasa tidak puas akan pelayanan yang diberikan, pihaknya menyarankan agar pasien langsung mengadukan hal ke bagian humas RSUD agar bisa segera di tindaklanjuti. “Langsung adukan saja ke bagian humas, agar nanti ada tindak lanjutnya,” tandasnya. (aky/sam)