TANJUNG REDEB – Seorang nelayan warga Talisayan, Ipang (35), dilaporkan hilang di Perairan Sangalaki, Selasa (7/12) lalu. Proses pencairan pun terus dilakukan hingga kemarin (8/12) sore.

Kepala Basarnas Kelas A Balikpapan, Melkianus Kotta mengatakan, pada Senin (6/12) pagi sekira pukul 09.00 Wita, empat orang nelayan Talisayan dengan masing-masing perahunya pergi mencari ikan.

“Sekitar jam 11.00 Wita, keempat nelayan tiba di Perairan Sangalaki, area fishing ground dan langsung menebar rawai,” jelasnya, Rabu (8/12).

Hingga pukul 12.00 wita, mesin perahu Ipang pun mati karena bermasalah. Namun, karena keterbatasan peralatan, mesin perahu pun tidak dapat segera diperbaiki.

“Jadi pukul 16.00 Wita, ketiga rekan korban meninggalkan korban karena ingin mengambil rawai,” ujarnya.

Namun, saat kembali ke lokasi, Ipang sudah tidak ada di lokasi. Para rekan-rekannya pun mulai melakukan pencarian hingga pukul 21.00 Wita. Namun, karena hujan deras dan angin kencang mereka pun memilih untuk melakukan pencarian ke esokan harinya.

Karena masih belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban hingga Selasa siang. Mereka pun melaporkan kejadian tersebut kepada ketua nelayan Talisayan.

“Tim tadi pagi sudah bergerak menuju ke lokasi. Untuk tim yang sudah berada di lokasi yakni TNI AL Tanjung Batu dan nelayan setempat,” jelasnya.

Sementara itu, Komandan Pos AL Tanjung Batu, Letda Heri Tukpa mengatakan, pencarian dihentikan sementara hingga sore kemarin, karena angin kencang dan hujan disertai gelombang mencapai satu meter.

“Anggota berlindung di antara Pulau Sangalaki dan Pulau Semama,” katanya.

Sembari menunggu tim dari Basarnas Kaltim, pihaknya pun melakukan pencarian di area tersebut. Karena cuaca sudah tidak bersahabat. “Iya cuaca tidak mendukung. Kami juga terus berkoordinasi dengan nelayan dan tim Basarnas, termasuk Polri,” pungkasnya. (hmd/arp)