TANJUNG REDEB - Ketua DPRD Berau, Madri Pani mendorong Pemkab Berau agar memaksimalkan sektor di luar pertanian yang berpotensi di Kampung Buyung-Buyung.
Dijelaskannya, berbagai potensi seperti sektor perikanan tangkap dan pariwisata juga ada di Kampung Buyung-Buyung. Hal ini seharusnya membuat pemerintah menyadari keberadaan Kampung Buyung-Buyung dengan kekayaan alam yang berlimpah
Dia juga berharap agar pemkab memberikan perhatian kepada Kampung Buyung-Buyung tidak hanya pada sektor pertanian. Seperti peningkatan jalan sepanjang 6 kilometer yang telah dibangun warga. “Bagaimana bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa adanya fasilitas penunjang seperti akses jalan yang memadai,” katanya. “Saat ini kondisi jaringan internet di Kampung Buyung-Buyung juga belum memadai, saya harap secepatnya masalah ini bisa teratasi,” imbuhnya.
Sementara, Kepala Kampung Buyung-Buyung, Mustafa menjelaskan, potensi utama yang ada di Kampung Buyung-Buyung adalah sentra padi sawah. Luas tanah pertaniannya kurang lebih mencapai 1.000 hektare namun yang tergarap saat ini sekitar 500 hektare. Selain itu, menurutnya perikanan tangkap juga memiliki potensi yang besar. "Alhamdulillah hasil tangkapannya selalu berlimpah,” ucap Mustafa.
Kendati demikian, Ia mengaku, dengan adanya dorongan dari Pemkab Berau khususnya dari Dinas Pertanian dan Peternakan tentu sangat mendukung petani yang ada di Kampung Buyung-Buyung ini, baik dari bibit maupun alat pertanian.
“Harapannya kami ke depan itu agar seluruh masyarakat Berau bisa mengonsumsi beras lokal asal Kampung Buyung-Buyung,” tuturnya.
Disisi lain, selain sektor pertanian dan perikanan, ada juga potensi wisata mangrove yang saat ini sedang dikembangkan. Pasalnya, berkat mangrove yang terjaga, selain ada potensi wisata, hasil tangkapan ikan juga selalu berlimpah sepanjang tahunnya. Ia mengaku, pihaknya sedang berusaha mengembangkan wisata mangrove yang semua anggarannya bersumber dari dana kampung.
“Setelah membuka jalan kampung sepanjang 6 kilometer untuk mengakses wisata masngrove itu, harapannya Pemkab Berau bisa melanjutkan untuk meningkatkan kualitas jalan yang ada," bebernya.
"Khususnya Dinas PUPR bisa mengambil alih pengerjaan supaya lebih maksimal ke depannya,” sambungnya.
Kemudian ada dermaga yang rencananya akan dibangun. Dikatakan Mustafa, tahun 2019 lalu sudah masuk perencanaan Dinas Perhubunganm Dirinya berharap tahun 2022 sudah ada terlihat bangunan fisiknya. Dermaga ini juga menunjang perekonomian masyarakat di tiga RT yang aksesnya masih cukup sulit untuk mengangkut hasil perikanannya.
“Kami memiliki 11 RT dan tiga diantaranya masih memiliki akses yang cukup sulit untuk dijangkau,” pungkasnya. (mar/har)