TANJUNG REDEB - Sejumlah sarana dan prasaran Porprov 2022 terancam batal dibangun. Pasalnya, anggaran Rp 100 miliar yang dijanjikan Pemprov Kaltim untuk pelaksanaan Porprov 2022, hanya disetujui Rp 25 miliar. Bukan Rp 100 miliar yang disampaikan Gubernur Kaltim di Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI Kaltim, beberapa waktu lalu.

Wakil Ketua II PB Porprov yang juga merupakan Wakil Ketua I KONI Berau La Ode Ilyas, mengatakan bahwa dari Rp 100 miliar yang dijanjikan, baru disetujui Rp 25 miliar. “Awalnya kami sudah senang dapat Rp 100 miliar. Begitu dipastikan, ternyata hanya Rp 25 miliar yang disetujui. Kalau hanya Rp 25 miliar itu, mau tidak mau hanya operasional saja,” katanya kepada awak media.
Sementara, untuk sarana dan prasarana yang rencananya akan dibangun dengan anggaran Rp 100 miliar itu, belum bisa dilakukan. Padahal jika Rp 100 miliar itu disetujui, dirinya memastikan semua persiapan dapat dilakukan dengan maksimal.
"Anggaran yang dibutuhkan dan diusulkan berkisar Rp 150 miliar. Dengan anggaran tersebut, dipastikan Porprov berjalan tanpa kendala," jelasnya. “Namun, dengan angka Rp 100 miliar pun, jika itu kemampuannya Pemprov Kaltim, itu bisa kami pas-paskan. Porprov masih tetap bisa berjalan. Karena untuk hal-hal yang kecil, masih bisa dicover dari APBD Berau,” jelasnya.
Sementara untuk pengajuan anggaran PB Porprov ke Pemkab Berau diakuinya berkisar Rp 15 sampai Rp 20 miliar. Hanya saja, berdasarkan informasi yang didapatkan terakhir, hanya Rp 3,8 miliar yang dianggarkan. Menurutnya, belum ada informasi lebih lanjut apakah anggaran tersebut diberikan untuk PB Porprov atau kontingen KONI Berau.
“Kalau memang nilainya segitu, kita juga harus pilah mana untuk kontingen Berau, dan mana untuk PB Porprov. Tapi sepertinya diberikan untuk kontingen Berau. Tapi itu belum final ya. Kami juga belum tahu Rp 3,8 miliar itu, rinciannya untuk apa,” jelasnya.
Sekalipun kata La Ode Ilyas, Rp 3,8 miliar itu diperuntukkan untuk kontingen Berau, juga masih belum cukup. Apalagi melihat keikutsertaan atlet Berau di Porprov sebelumnya yang diselenggarakan di Kutai Timur, pada 2018 lalu.
“Kalau pengalaman kami kemarin itu juga belum cukup. Saya lupa berapa anggarannya. Yang jelas, memang belum cukup untuk anggaran segitu,” tuturnya.
Kemudian untuk venue menjadi hal yang terpenting dalam pelaksanaan Porprov Kaltim, khususnya Berau sebagai tuan rumah, dikatakannya, ada venue yang sangat prioritas untuk dibangun, yang sport hall dan gedung behampas yang menjadi tempat cabor bela diri dipertandingkan. Kedua venue tersebut menurutnya sangat mendesak untuk dibangun. Untuk lokasi sendiri dikatakannya sudah tersedia, yakni berada di belakang kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Berau. “Itu harus, karena venuenya sangat penting,” katanya.
Untuk venue lainnya, masih dalam peninjauan dan evaluasi apakah laik dijadikan tempat pertandingan untuk Porprov atau tidak. Belum lama ini, pihaknya juga selesai meninjau 6 lokasi yang rencananya akan dijadikan tempat bertanding 6 cabor di Kecamatan Bidukbiduk.
Selain itu, di Porprov pihaknya juga akan menggunakan lapangan sepak bola di Kecamatan Sambaliung, Teluk Bayur, Gunung Tabur, hingga lapangan Batiwakkal di Tanjung Redeb.
“Bisa juga menggunakan ball room hotel, serta gedung fasilitas pemerintah untuk pertemuan yang ada di Tanjung Redeb juga bisa dimanfaatkan. Tinggal diatur dengan menyesuaikan dengan cabornya saja,” tuturnya.
Dalam waktu dekat, PB Porprov akan kembali duduk bersama guna memastikan angka pasti anggaran yang akan diusulkan ke Pemkab Berau dan DPRD Berau.
“Jadi kita lagi berandai-andai. Jadi kita sudah bisa melihat, bahwa memang segitu anggaran yang dibutuhkan. Jadi diharapkan ada alternatif yang diberikan, jika ada kekurangan nanti. Apakah akan melibatkan pihak ketiga atau seperti apa,” jelasnya.
Diterangkannya, hingga saat ini dirinya belum ada meminta bantuan dari pihak ketiga. Pasalnya, pengajuan usulan tidak bisa diajukan ke pihak ketiga sebelum mengetahui berapa anggaran yang didapatkan PB Porprov baik dari Pemprov Kaltim, maupun Pemkab Berau.
“Anggaran yang didapat berapa, kurangnya berapa, dan sisa kebutuhan kita masih berapa. Baru bisa kita berfikir untuk menuju pihak ketiga. Sementara dari pemerintah, kita belum dapat angka pastinya,” ujarnya.
Adapun untuk biaya akomodasi, seperti penginapan, konsumsi, maupun transportasi atlet dari berbagai kontingen selama pelaksanaan Porprov ditanggung oleh KONI daerah masing-masing. Yang ditanggung, hanya panitia PB Porprov dan wasit maupun juri pertandingan.
“PB Porprov hanya menanggung kebutuhan panitia, juri maupun wasit. Kalau atlet itu ranahnya KONI kabupaten/kota masing-masing,” jelasnya.
Pihaknya juga memastikan akan terus berusaha dan bekerja keras ke Pemprov Kaltim, dan Pemkab Berau agar yang dibutuhkan dapat direalisasikan.
“Memang harus kerja keras lagi ke pemprov maupun ke kabupaten. Harapannya, masih ada penambahan anggaran untuk kesuksesan Porprov Kaltim 2022 di Kabupaten Berau,” ucapnya.
Sementara itu, Bupati Berau Sri Juniarsih mengaku sudah mengetahui bahwa anggaran Pemprov Kaltim untuk Porprov Kaltim hanya berkisar Rp 25 miliar. “Kalau hanya Rp 25 miliar itu jelas tidak cukup,” katanya, belum lama ini.
Sri Juniarsih yang juga merupakan Ketua Umum PB Porprov Kaltim VII menegaskan, akan menyampaikan kepada Gubernur Kaltim, Isran Noor agar menambah anggaran tersebut. Kemudian untuk anggaran dari Pemkab Berau, dirinya belum bisa memastikan, karena harus melihat kemampuan anggaran daerah.
“Saya akan sampaikan soal ini ke pak Gubernur Kaltim. Karena ini adalah kegiatan provinsi, sudah seharusnya anggarannya harus didukung oleh Pemprov Kaltim,” tutupnya.(mar/har)