TANJUNG REDEB - Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Tanjung Redeb, pada Kamis (9/12) melakukan fogging di lingkungan warga, guna mencegah terjadinya penyakit demam berdarah dengue (DBD). Terlebih saat ini musim penghujan yang tentu saja kerap membuat banyak genangan.

Menurut Kepala PKM Tanjung Redeb, Kasran, di wilayah PKM Tanjung Redeb, saat ini terdapat tiga kasus DBD. Setelah mendapat informasi tersebut, pihaknya langsung melakukan penyemprotan dengan radius 100 meter baik sisi kiri maupun sisi kanan rumah warga yang menderita DBD tersebut.

"Benar, ada laporan itu, kita langsung cek dan fogging," ucapnya.

Ia mengatakan, fogging memang merupakan salah satu syarat untuk mencegah terjadinya DBD. Namun yang terpenting adalah perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungannya. Kasran mengatakan, fogging hanya ampuh membunuh nyamuk dewasa. Sedangkan jentik nyamuk yang biasanya berkembang biak dalam genangan-genangan air diberantas dengan abatisasi. Menaburkan bubuk abate di semua genangan air.

“Kami lakukan bersamaan dengan fogging, pemberian bubuk abate gratis untuk warga,” ungkapnya.

Sementara, pencegahan bisa dimulai dari kebersihan rumah dan lingkungan masing-masing. Karena di saat musim hujan jentik nyamuk Aedes aegypti, penyebab penyakit DBD lebih senang berkembang biak di berbagai tempat yang terdapat genangan airnya. "Kebersihan lingkungan itu yang utama,” ujarnya.

Dia mengimbau, masyarakat untuk selalu waspada. Jika merasakan gelaja DBD jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke puskesmas terdekat. Pihaknya, berkomitmen akan selalu siaga jika terdapat kasus DBD lagi di wilayah kerjanya.

“Masyarakat juga jangan lupa 3M (Menguras, Menutup dan Mengubur). Kelola sampah dengan baik, jangan sampai berserakan,” Pungkasnya. (hmd/har)