TELUK BAYUR – Musibah kebakaran terjadi di barak perusahaan sawit di RT 7 sekira pukul 16.30 Wita, Kampung Labanan Jaya, Kecamatan Teluk Bayur, Sabtu (1/1).

Cepatnya kobaran api di barak 10 pintu, membuat karyawan tidak bisa menyelamatkan barang berharga milik mereka.

Menurut Kapolsek Teluk Bayur, Iptu Kasiyono, api berasal dari tengah barak dan cepat menyebar di barak yang terbuat dari kayu tersebut. “Api dari tengah barak,” katanya.

Ia melanjutkan, tim pemadam kebakaran dari perusahaan sawit tersebut, datang dan berupaya melakukan pemadaman dibantu warga dan juga karyawan. Hembusan angin kencang, membuat barak tersebut rata dengan tanah. “Korban jiwa tidak ada,” bebernya.

Saat kejadian, hampir seluruh penghuni barak berada di tempatnya. Sedangkan api diduga berasal dari korsleting listrik. Karena menurut penuturan saksi, sebelum kejadian, tidak ada suara ledakan apapun. Dan api tiba-tiba muncul dari atap di barak tengah.

“Dugaan sementara itu, kami  masih dalami juga keterangan para saksi,” ucap mantan Kapolsek Gunung Tabur ini.

Perwira balok dua di pundak ini melanjutkan, akibat kebakaran tersebut, kerugian ditaksir mencapai Rp 400 juta.

Menurut Kasiyono, ini merupakan kerugian data sementara, kemungkinan angka kerugian akan bertambah, mengingat tidak ada satupun barang yang berhasil diselamatkan. “Sedangkan kerugian materil masing-masing belum dapat dirincikan,” jelasnya.

Dilanjutkan Kasiyono, api berhasil dipadamkan satu jam kemudian, setelah seluruh bangunan ludes dilahap si jago merah. Beruntung dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa. “Seluruh penghuni barak selamat, tidak ada korban luka juga,” pungkasnya. (hmd/arp)