TANJUNG REDEB - Memastikan keamanan dan kenyamanan konsumen, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, Salim, imbau seluruh pedagang yang menggunakan alat timbang wajib melakukan tera ulang.

Karena jelas Salim, sesuai aturan yang tertuang pada Undang-Undang Nomor 2/1980 tentang Metrologi Legal, semua alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya (UTTP) milik pedagang wajib ditera ulang selama masih digunakan.

Bagi pedagang yang tidak melakukan tera ulang alat UTTP akan terancam pidana penjara selama-lamanya satu tahun, dan atau denda setinggi-tingginya Rp 1 juta.

“Tera ulang wajib dilakukan demi kepentingan penjual dan pembeli, agar sama-sama tidak merasa diuntungkan atau dirugikan,” ujarnya, kemarin (3/1).

Dijelaskannya, tera ulang merupakan pengujian kembali alat ukur yang dipakai dalam perdagangan. Sehingga, dapat dipastikan akurasi setiap alat ukur.

Sudah ada kesepakatan antara kementerian perdagangan dan kepolisian terkait penegasan sanksi tersebut. “Nota kesepakatan beberapa hari lalu sudah masuk dan sudah saya tandatangani,” katanya.

Kesepakatan tersebut sebagai pedoman pelaksanaan penegakan hukum pengawasan dan pengamanan bidang perlindungan konsumen, kegiatan perdagangan dan metrologi legal. Namun sebelum menerapkan sanksi tegas, pedagang akan diperingatkan terlebih dulu melalui surat edaran.

"Ada rencana razia ke pedagang. Tapi belum tahu kapan. Kita akan mulai melakukan tera ulang lagi tahun ini," terangnya.

Sementara, hasil tera ulang tahun ini disebutnya tidak ditemukan kecurangan timbangan di pasar. Hasil yang ditimbang tidak terlalu jauh bedanya. “Alhamdulillah para pedagang sudah mengerti,” ucapnya.

Pelaksanaan tera ulang dilakukan 2 kali dalam setahun. Salim menambahkan, selama ini masyarakat banyak melaporkan kecurangan yang terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Pihaknya pun telah memberi surat edaran kepada SPBU yang belum melakukan tera ulang. (mar/sam)