TANJUNG REDEB – Pengerjaan drainase di Jalan H Isa III, Tanjung Redeb, telah rampung. Namun, baru beberapa pekan pekerjaan selesai, dua penutup drainase yang terbuat dari besi sudah hilang, diduga dicuri oknum yang tidak bertanggung jawab.

Hilangnya dua penutup drainase tersebut juga sempat diunggah masyarakat di akun media sosial Facebook. Sehingga banyak masyarakat yang berkomentar dan menyayangkan dugaan aksi pencurian terhadap fasilitas publik tersebut.

Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Junaidi, juga sudah mendapatkan laporan mengenai hilangnya dua penutup drainase tersebut. Dikatakannya, dari hasil peninjauan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut, hilangnya kedua penutup drainase memang sangat kuat mengarah kepada aksi pencurian.

Sebab, lanjut dia, di tempat kedua penutup drainase yang hilang, terlihat adanya kerusakan yang diduga dilakukan untuk mencabut dua penutup besi tersebut. “Memang ada dua yang dicabut paksa oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Engselnya dirusak paksa,” ujarnya kepada Berau Post saat di konfirmasi Minggu (9/1) kemarin.

Untuk memberikan efek jera, dirinya pun meminta PPK proyek tersebut untuk membuat laporan resmi ke polisi. “Supaya persoalan ini segera diurus, buat laporan kehilangan dan laporkan ke yang berwajib, agar tidak ada lagi muncul masalah seperti ini (pencurian penutup drainase, red),” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan kontraktor pelaksana, untuk membantu melakukan pemasangan penutup drainase yang baru. “Saat ini juga masih masa pemeliharaan pekerjaan,” terangnya.

Junaidi pun mengimbau, agar masyarakat turut bertanggung jawab dan membantu dalam menjaga dan merawat fasilitas yang dibangun pemerintah. Peningkatan drainase di kawasan tersebut bertujuan untuk meminimalisasi kemungkinan terjadinya genangan air saat hujan mengguyur. “Saya berharap ini tidak terjadi lagi,” pungkasnya.(aky/udi)