TANJUNG REDEB – Musibah kebakaran kembali terjadi di Bumi Batiwakkal- sebutan Kabupaten Berau, tepatnya di belakang Masjid Jenderal Sudirman, Jalan Pulau Sambit, Tanjung Redeb, kemarin (15/1).

Dalam peristiwa ini, sebanyak empat rumah dilahap si jago merah . Satu di antaranya bahkan rata dengan tanah.

Salah seorang Warga sekitar kebakaran, Jainudin mengatakan, api pertama kali muncul sekira pukul 10.30 WIta. Dengan gumpalan asap yang membumbung tinggi dari salah satu rumah di sekitar sarang walet rumahan. Kemudian terdengar suara ledakan di rumah tersebut.

“Kurang tahu juga apa penyebabnya, karena saya lihat asap sudah tebal dan memang ada ledakan yang lumayan kuat,” katanya.

Lurah Tanjung Redeb, Tri Wahyu Susilo menyampaikan hal serupa mengenai lokasi awal api muncul. "Informasinya seperti itu dan saya juga sudah meminta ketua RT mendata jumlah korban," ujarnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, Thamrin menyebut, sebanyak empat rumah yang terbakar. Dengan satu di antaranya rata dengan tanah. “Ada juga yang kerusakannya 75 persen serta dua rumah lainnya 50 persen kerusakan,” ujar Thamrin.

Mengenai penyebab kebakaran, ia belum bisa menyimpulkan. Karena masih dilakukan proses penyelidikan oleh pihak kepolisian. “Pihak kepolisian yang sedang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan melihat dari mana sumbernya,” ujar dia.

Thamrin juga mengungkapkan, dalam proses pemadaman, timnya di lapangan sempat kewalahan. Pasalnya, jalan yang sempit menuju ke lokasi kebakaran, membuat timnya harus bekerja ekstra. Bahkan harus menyambung dan menyusun selang agar bisa memadamkan api.

“Jalannya sempit, tidak bisa dilalui mobil. Sehingga tim harus menyambung selang agar sampai ke lokasi kebakaran,” ungkapnya.

“Beruntung dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa. Hanya saja banyak barang-barang warga yang tidak sempat diselamatkan,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Berau, Gamalis menginstruksikan Dinas Sosial (Dinsos) Berau dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau mendata para korban.

Hal itu disampaikannya setelah melihat langsung lokasi kebakaran dan lokasi pengungsian sementara para korban. “Sesampainya di lokasi saya lihat para masyarakat sedang mengungsikan barang-barangnya, dan telihat sangat kasihan yang tekena musibah ini. Apalagi tadi saya lihat ada yang sudah tua,”ujarnya kepada awak media kemarin (15/1).

“Saya langsung akan berkoordinasi dengan dua instansi, (BPBD, Dinsos, red) untuk melihat ketersediaan yang ada, karena memang yang seperti ini harus dibantu,” sambung Gamalis.

Dirinya pun meminta para korban untuk bersabar. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau ditegaskannya akan berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan bantuan. “Sedih saya lihat para korban yang mengungsi ini, semoga kejadian ini tidak lagi terulang, dan kami dari pemkab akan segera membantu sebisa kami,” ujarnya.

Gamalis juga mengimbau masyarakat selalu waspada akan bencana kebakaran seperti ini. Sehingga tak kembali terulang ke depannya.

Terpisah, Thamrin mengatakan, stok bantuan masih ada di gudang BPBD yang ditujukan untuk korban banjir. Namun, melihat adanya kebakaran ini, pihaknya akan memilah bantuan yang akan diprioritaskan bagi para korban kebakaran.

“Tadi pak wabup melakukan koordinasi dengan saya untuk masalah bantuan, nanti akan kami lihat dulu seperti apa. Namun yang jelas kami di pemkab akan membantu jika ada kejadian seperti ini,” ungkapnya.

Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Lurah Tanjung Redeb, untuk meminta data Kepala Keluarga (KK) yang tekena musibah kebakaran dan masyarakat yang terdampak. “Akan kami koordinasikan dengan Lurah Tanjung Redeb untuk masalah ini,” tandasnya. (aky/arp)