TANJUNG REDEB – Satu rumah semi permanen di Jalan SM Aminuddin, RT 1 Kelurahan Sambaliung, ludes terbakar sekira pukul 13.00 Wita, Kamis (27/1).

Menurut salah seorang saksi, Bahar, api sangat cepat membesar membuat rumah kayu tersebut dalam sekejab rata dengan tanah.

Bahar baru mengetahui adanya kebakaran, saat dirinya ingin kembali ke rumahnya usai berkebun, untuk beristirahat. Namun sebelum beristirahat, dirinya melihat kepulan asap hitam, yang awalnya dikiran asap dari pembakaran sampah.

“Namun asap semakin membesar. Makanya saya keluar dan melihat rumah milik Mansur Tompo sudah terbakar. Saya langsung teriak. Karena itu kan rumahnya agak di belakang, dan berdekatan dengan TK,” katanya.

Ia bersama warga lainnya berusaha memadamkan api dengan perlatan seadanya. Tidak berselang lama, 5 unit mobil pemadam kebakaran datang untuk membantu memadamkan kobaran api. Api yang sudah membesar berhasil diblok oleh warga dan petugas.

“Tidak tahu api dari mana, kami tidak mendengar suara ledakan,” ujarnya.

Sementara itu, Mansur Tompo tampak mengais barang-barang yang berhasil diselamatkan dari puing bangunan yang sudah menjadi arang. Dalam sebuah kotak, ia terlihat mengambil sesuatu, yakni berupa uang tunai yang sebagaian ujungnya telah terbakar, serta gelang emas milik anaknya.

“Saya tadi pagi saja masak sanggar cempedak, habis itu tidak ada masak lagi menggunakan kompor,” katanya.

Sebelum ia meninggalkan rumah untuk menjemput anaknya, ia mengaku mematikan seluruh lampu yang ada di rumah. Hanya menyisakan satu rice cooker yang terpasang untuk memanaskan nasi. “Semua sudah saya cabut, tinggal itu saja,” paparnya.

Ia melanjutkan, seluruh baju dan barang berharga lainnya ludes terbakar, termasuk sertifikat dan surat-surat berharga lainnya. “Ini saja (uang dan gelang), saya cari-cari tadi ketemu,” bebernya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau Thamrin yang ditemui di lokasi kebakaran menuturkan, pihaknya menurunkan sebanyak 3 unit pemadam kebakaran dari Tanjung Redeb dan 2 unit dari Sambaliung, untuk melakukan bloking agar api tidak merembet ke TK yang tepat berada di depannya.

“Kami upayakan api tidak menyebar ke mana-mana. Karena itu TK dan ke depannya posisinya rapat semua,” katanya.

Ia melanjutkan, api berhasil dipadamkan 30 menit kemudian. Setelah pihaknya melakukan penyiraman. Dan butuh waktu 20 menit untuk melakukan pendinginan di lokasi tersebut. “Area rumahnya cukup besar. Syukur api tidak merembet ke mana-mana,” pungkasnya. (hmd/udi)