TANJUNG REDEB – Mulai maraknya masyarakat terpapar Covid-19, diyakini bakal berujung pada kenaikan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Berau. Ancang-ancang pembatasan wilayah sudah mulai disiapkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Seperti diketahui, penularan Covid-19 di Bumi Batiwakkal-sebutan Berau saat ini telah di atas 50 orang. Namun hingga kini Berau masih berada di PPKM Level 2.

Menurut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Berau, Nofian Hidayat, dengan masih berlakunya PPKM Level 2 di Berau, tentu belum bisa diterapkan pembatasan wilayah. “Memang saat ini sudah di atas 50 kasus, tapi SE (Surat edaran, red) yang kami terima kemarin masih level 2,” ujarnya kepada awak media ini, kemarin (13/2).

Tidak menutup kemungkinan, Berau disebutnya akan masuk dalam PPKM Level 3. Sebab, pada saat SE tersebut diterima, jumlah kasus di Berau masih di bawah 50 kasus terkonfirmasi, sedangkan saat ini sudah di atas 50. “Sudah (di atas 50, red). Kami masih menunggu SE terbaru,” bebernya.

Setelah masuk pada PPKM Level 3, pembatasan wilayah akan dilakukan. Baik itu jalur masuk melalui udara, laut dan darat. Ada empat titik yang akan dilakukan pembatasan, mulai dari Bandara Kalimarau, Kelay, Batu Putih dan juga perbatasan Berau dan Bulungan. Sedangkan untuk jalur sungai, pembatasan akan dilakukan di pintu masuk. “Langsung (antigen, red) di tempat,” jelasnya.

Langkah ini diberlakukan, karena potensi penularan terbesar dari pelaku perjalanan. Mengingat kasus saat ini didominasi oleh klaster perjalanan. Sehingga menyebabkan terjadinya transmisi lokal.

Sebenarnya, kabupaten paling utara Kaltim ini sudah cukup lama berada di zona hijau. Namun, pada awal Januari, muncul klaster baru, yang hingga kini terus mengalami penambahan. Dan saat ini Bumi Batiwakkal masuk dalam zona merah di Kalimantan Timur. “Kita kebobolan dari klaster perjalanan,” ungkapnya.

Dengan langkah ini, Nofian berharap penularan bisa dicegah dari jalur masuk. Supaya tidak menyebar kemana-mana. Pihaknya akan bekerjasama dengan pelbagai pihak, untuk melakukan penjagaan di jalur masuk.

“Kita akan memasuki Ramadan, maka dari itu, kita harus bisa menurunkan dan mencegah kasus ini terus berkembang,” pungkasnya.(hmd/arp)