TANJUNG REDEB – Ketua DPRD Berau Madri Pani, mengaku miris melihat kasus Covid-19 yang terus bertambah dari pelaku perjalanan. Ia tidak menyalahkan siapapun dalam hal ini, hanya meminta agar pengawasan diperketat.

Hal ini menurutnya, untuk mencegah terjadi penularan semakin meningkat. Terlebih Berau saat ini sudah masuk dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2. Dan tidak menutup kemungkinan akan masuk pada level 3, mengingat jumlah kasus setiap harinya mengalami peningkatan.

“Saya imbau, pelaku perjalanan agar bisa isolasi mandiri terlebih dahulu, jangan dulu berkumpul dengan keluarga,” ujarnya, Minggu (13/2).

Politisi NasDem ini meminta agar Pemkab Berau, melakukan penjagaan lebih ketat di jalur masuk menuju Berau. Dia juga mengapresiasi tindakan cepat dari TNI-Polri yang sudah menerapkan jam malam.

“Langkah jam malam ini tepat, pasalnya meskipun pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) sudah dilakukan, masih ada saja anak usia sekolah yang masih berada di luar rumah pada malam hari,” tambahnya.

Selain itu, ia juga meminta kepada pihak terkait, agar pelaksanaan PTMT bisa dievaluasi, agar tidak ada klaster sekolah. Termasuk akses menuju ke suatu destinasi wilayah, bisa diberlakukan satu pintu.

“Di satu sisi pendidikan memang penting, di sisi lain kesehatan lebih penting,” ucapnya.

Ia melanjutkan, langkah tepat dan cepat perlu dilakukan, sebelum penularan semakin parah, yang tentu berdampak pada UMKM di Berau. “Kita sudah pernah berada di PPKM level 3, dampak paling berasa dirasakan oleh pelaku UMKM. Jangan sampai, mereka kembali menjadi korban, karena lambatnya penanganan," tegasnya.

Lebih lanjut, mantan Kepala Kampung Gurimbang ini menegaskan, berkaca dari kasus tahun lalu, yang banyak menelan korban jiwa dan tenaga medis yang bertumbangan akibat terpapar Covid-19, sebaiknya vaksinasi booster bisa segera dimaksimalkan. Agar para pelayan masyarakat, baik TNI-Polri dan tenaga kesehatan, bisa aman.

“Kita tidak berbicara satu aspek saja, namun ini semua untuk kepentingan masyarakat juga,” pungkasnya.(hmd/udi)