TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Sosial menyiapkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang diperuntukan bagi anak yatim piatu yang berada di sepuluh kelurahan. Yakni Tanjung Redeb, Bugis, Gayam, Karang Ambun, Gunung Panjang, Sei Bedungun, Sambaliung, Gunung Tabur, Teluk Bayur dan Rinding.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Dinas Sosial (Dinsos) Berau, Rusli mengatakan, bantuan tersebut baru pertama kali diluncurkan. Total dana yang disiapkan sebesar Rp 200 juta. Sebelum disalurkan, pihaknya tengah membuat dasar hukumnya, berupa peraturan bupati (perbup).

“Karena bantuan tersebut masih baru, jadi kami harus membuatkan dasar hukumnya. Draf telah dikirim ke bagian hukum dan saat ini posisinya masih dalam tahap harmonisasi di provinsi,” jelas Rusli, kemarin (14/2).

Lebih lanjut ia menjelaskan, besaran bantuan akan diberikan yakni Rp 250 ribu per bulan dan diberikan tiga bulan sekali. Bantuan itu akan diberikan melalui transfer ke rekening penerima agar lebih aman.

"Kami hanya sebagai verifikator data yang memastikan kelayakan penerimanya. Yang mentransfer langsung dari pihak perbankan, kami hanya memberikan nama-nama yang sudah lolos verifikasi,” jelasnya.

Ia melanjutkan, bagi anak-anak yang belum memiliki rekening bisa diwakilkan oleh walinya. Ia berharap bantuan akan disalurkan secepatnya.

“Bantuan juga bisa diberikan kepada kelurga yang memiliki lebih dari satu anak,” ujarnya. "Jika memang belum bisa mengakomodasi semua anak, akan diusahakan melalui anggaran biaya tambahan (ABT)," imbuhnya.

Sementara bantuan untuk anak yatim piatu yang berada di kampung, lanjut Rusli, akan diberikan melalui Dana Alokasi Kampung (DAK). “Jadi yang di kampung juga tetap dapat bantuan,” tuturnya.

Ia menambahkan, jumlah anak yatim piatu dihitung berdasarkan usulan dari pihak kelurahan. Pihaknya masih akan memverifikasi ulang mengenai kebenaran data tersebut. Rusli memprediksi jumlah anak yatim piatu yang terdata sekira 200 anak. Hal itu berdasarkan jumlah santunan bagi anak yatim piatu yang orangtuanya meninggal akibat Covid-19 tahun lalu.

“Meskipun data itu mencakup seluruh wilayah Kabupaten Berau, tetapi yang paling banyak berada di wilayah perkotaan,” pungkasnya. (hmd/har)