TANJUNG REDEB - Tim Teknis Panitia Besar (PB) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Kaltim telah memperoleh jumlah nomor tanding sementara usai merampungkan proses verifikasi di Sekretariat KONI Kaltim, kemarin (15/2).  

Ketua II PB Porprov Kaltim, La Ode Ilyas mengatakan, pihaknya terus mematangkan persiapan pelaksanaan Porprov yang digelar l November mendatang. Salah satunya merampungkan penetapan jumlah nomor tanding dari 63 cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan pada event empat tahunannya provinsi ini. 

"Hasil final verifikasi nomor tanding ini secara resmi akan ditetapkan pada Rapat Koordinasi (Rakor) Porprov, hari ini (16/2) di Sekretariat KONI Kaltim," ujar La Ode, kepada Berau Post. 

Penetapan nomor tanding tersebut telah melalui verifikasi yang prosesnya sudah berjalan sejak Jumat (11/2) hingga kemarin (15/2). Terkait proses verifikasi, seluruh cabang olahraga telah menjalankan prosedurnya. Sehingga, didapatkan jumlah sementara sebanyak 1.001 nomor tanding, dari jumlah yang diusulkan 1.137 nomor tanding oleh pengprov 63 cabor, dengan estimasi 9.625 medali yang diperebutkan oleh atlet. 

"Jadi dari usulan awal 1.137, setelah diverifikasi lagi, didapatkan hasil sementara sebanyak 1.001 nomor tanding. Jadi ada sekitar 136 nomor yang terkoreksi atau tereliminasi dari usulan awal," katanya.

"Tapi, hingga sore ini (kemarin, red) masih ada tawar menawar dari sejumlah Pengprov cabor yang bertanding. Tapi untuk bertambah kemungkinan tidak, kalau berkurang bisa jadi," sambungnya. 

Menurutnya, asumsi medali yang tadinya mencapai 9.625 itu kemungkinan juga berkurang menjadi 9 ribuan medali saja yang diperebutkan. “Jadi dalam pertemuan pada Rakor itu nanti dilakukan dengan KONI kabupaten/kota, Pengprov Cabor yang dipertandingkan," katanya. 

Dijelaskannya, beberapa hal yang mendasari terjadinya pengurangan nomor tanding tersebut. Yakni, mengurangi beban anggaran yang nantinya akan digunakan dalam pelaksanaan Porprov. Selain itu, penetapan nomor tanding sendiri, mengacu pada nomor tanding di Olympic Game, Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumatra Utara dan Porprov 2018 lalu di Kutai Timur. 

“Karena, tujuan kita memang selepas Porprov, atlet yang berprestasi dapat melangkah lebih tinggi. Salah satunya dipersiapkan untuk PON mendatang,” tegasnya. (mar)