TANJUNG REDEB – Penyesuain harga tak hanya dilakukan terhadap elpiji, melainkan juga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi. Adapun, penyesuaian kenaikan harga BBM tersebut berlaku pada produk Pertamax Turbo, Dexlite, dan Dex.

Kenaikan harga BBM non subsidi ini berbeda di tiap wilayah Indonesia, yaitu berkisar Rp 500 sampai Rp 1.100 per liter. Untuk di Kalimantan Timur sendiri harga BBM jenis Pertamax Turbo (RON 98) naik menjadi Rp 14.800 per liter. 

Kemudian, pada BBM jenis Dexlite dengan Cetane Number 51 (CN 51), naik menjadi 13.250 per liter. Lalu, pada Pertamina Dex (CN 53) naik menjadi Rp 14.000 per liter. Di sisi lain, untuk BBM jenis Pertalite dan Pertamax tidak dinaikkan oleh Pertamina. 

Harga tersebut pun juga telah berlaku di Kabupaten Berau. Seperti di SPBU 64.773.09, yang berlokasi di Jalan HARM Ayoeb. Harga BBM jenis Pertamax Turbo (RON 98) Rp 14.800 per liter. Begitu juga dengan Dexlite dengan Cetane Number 51 (CN 51), juga telah berlaku harga 13.250 per liter. 

"Semua sudah naik. Untuk dua jenis BBM Pertamax Turbo dan Dexlite. Kalau yang lainnya masih harga tetap," ujar salah satu karyawan SPBU yang namanya tak mau dikorankan, kemarin (5/3). 

Kebijakan tersebut ditetapkan sesuai dengan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 62 K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum. 

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua I DPRD Berau, Syarifatul Syadiah mengaku kenaikan tersebut tentu akan cukup memberatkan sebagian masyarakat. Apalagi di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini. Tentu akan semakin mempersulit masyarakat kecil yang selama ini banyak menggunakan BBM. 

"Kenaikan harga BBM ini berpotensi menambah beban ekonomi masyarakat kecil, yang terdampak oleh pandemi Covid-19," terang Sari-sapaan akrabnya.(mar/arp)