GUNUNG TABUR – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau membutuhkan Rp 16 miliar, untuk menyelesaikan peningkatan ruas jalan poros menuju Kampung Tasuk, Kecamatan Gunung Tabur.

Kepala Bidang (Kabid) Preservasi Jalan dan Jembatan, DPUPR Berau, Junaidi mengatakan, pada tahun lalu pihaknya mengerjakan paket preservasi jalan poros menuju Kampung Tasuk (dari arah Gunung Tabur). Dengan total panjang ruas jalan 6.300 meter. Sementara ini yang teraspal sudah sepanjang 2.700 meter, dan masih tersisa 3.600 meter yang belum diaspal.

"Alasan pengaspalan dilakukan dari wilayah Gunung Tabur, karena pada saat perencanaan akhir tahun 2020, kondisi jalan mengalami kerusakan parah. Sempat ditutup warga sehingga didahulukan penanganannya," ujarnya kepada Berau Post,  (13/3).

Adapun, untuk rencana kelanjutan pengaspalan jalan hingga ke Kampung Tasuk, akan diprioritaskan dan terus diupayakan usulan anggarannya melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Berau dan Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Kaltim.

"Jadi masih butuh dana Rp 16 miliar untuk bisa menyelesaikan pengaspalan hingga ke Kampung Tasuk sepanjang 3.600 meter. Itu sudah termasuk menangani 3 box culvert (gorong-gorong) di ruas jalan tersebut," bebernya.

Namun, Junaidi belum bisa memastikan realisasi pekerjaan lanjutan pengaspalan jalan tersebut. Bahkan untuk tahun ini saja, kemungkinan juga belum bisa terlaksana. Karena untuk di APBD 2022 belum ada, tetapi pihaknya berusaha memperjuangkan di anggaran perubahan.

"Yang pasti kami tetap usulkan dan perjuangkan realisasi programnya, berapa pun anggaran yang ada akan kami optimalkan," terang Junaidi.

Terpisah, Kepala Kampung Tasuk, Usmansyah mengaku sangat berharap ruas jalan poros menuju kampungnya bisa diaspal. Meskipun untuk di wilayah Kampung Tasuk sendiri sampai saat ini belum  tersentuh pengaspalan jalan.

"Pengaspalan yang ada saat ini, itu diasumsikan pengaspalan di Kampung Tasuk. Padahal sebenarnya itu bukan di wilayah Kampung Tasuk. Itu masih di daerah Kelurahan Gunung Tabur dan Kampung Birang," beber Usmansyah.

Ia menjelaskan, batas wilayah Kampung Birang dan Kampung Tasuk itu adanya di Sungai Sambulayan. Jadi, jalan yang beraspal yang ada saat ini, belum masuk di Kampung Tasuk sama sekali. Sehingga pihaknya berharap, paling tidak di tahun 2023 realisasi pekerjaan pengaspalan masuk ke Kampung Tasuk.

"Mudah-mudahan tahun 2023 pengaspalan masuk ke Kampung Tasuk, sesuai usulan proritas kampung di musrenbang kecamatan beberapa waktu lalu," terangnya.

Sejauh ini, pihaknya juga terus berusaha memperjuangkan peningkatan jalan di kampungnya. Seperti perbaikan jalan yang saat ini dilakukan di KM 21 RT 06. Diakuinya, perbaikan jalan tersebut pihaknya mengandalkan bantuan dari  pihak perusahaan yang beroperasi di wilayahnya.

"Sebenarnya perbaikan jalan di kampung kita ini meliputi RT 01 sampai RT 06. Saat ini yang sudah selesai diperbaiki RT 01 sampai RT 04. Tinggal yang belum dan saat ini tengah mulai diperbaiki RT 05 dan RT 06," pungkasnya.(mar/arp)