TANJUNG REDEB – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Berau Syarifuddin Israil, kembali ingatkan masyarakat kalau melaksanakan vaksinasi di bulan Ramadan tak membatalkan puasa.

Hal itu disebutnya sesuai dengan fatwa MUI Nomor 13/2021 tentang hukum vaksinasi Covid-19 dan booster pada saat puasa. “Vaksinasi tidak membatalkan puasa kita, sehingga itu aman. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir untuk melakukan vaksinasi,” ujarnya kepada Berau Post, Senin (4/4).

Disebutnya, vaksinasi dilakukan dengan menyuntikkan cairan ke tubuh melalui lengan, bukannya memasukan cairan tubuh yang terbuka.

Puasa sendiri dijelaskannya menjadi batal, jika memasukkan sesuatu cairan tersebut ke dalam rongga dalam tubuh dengan syarat masuk ke dalamnya. “Yang dapat membatalkan puasa adalah sesuatu yang masuk ke perut  melalui saluran anggota tubuh yang secara alamiah terbuka  yaitu mulut, hidung,  dan lainnya,” jelas dia.

Untuk itu, bagi warga yang sedang berpuasa namun hendak mengikuti vaksinasi ditekankannya tak perlu ragu. “Jika umat Islam dalam keadaan puasa hendak mengikuti vaksin Covid-19 diperbolehkan dan puasanya tidak dianggap batal atau dalam kata lain tetap sah,” tegas Syarifuddin.

Dalam mendukung kecepatan Herd Immunity di Kabupaten Berau juga dirinya meminta kepada masyarakat untuk tetap melakukan kegiatan vaksinasi tersebut. Jika ada masyarakat yang belum melakukan vaksin agar sekiranya bisa mendatangi tempat penyedia vaksinasi tersebut. “Karena memang saat ini vaksinasi sangatlah penting untuk menjaga kekebalan tubuh kita,” tegasnya.

Apalagi disebutnya saat ini masyarakat sudah bisa melaksanakan salat tarawih. Agar tidak cepat terpapar virus Corona tersebut, maka harus ada kekebalan tubuh dengan cara melaksanakan vaksinasi. “Kami mengimbau kepada masyarakat jangan takut, karena vaksinasi ini aman dan vaksinasi juga sudah menjadi aturan dari pusat,” tandasnya.(aky/sam)