TANJUNG REDEB – Plafon ruang paripurna di gedung DPRD Berau menjadi sorotan Ketua DPRD Berau, Madri Pani, pasalnya plafon di ruangan tersebut tampak bolong, di beberapa bagian sudah sudah mengalami kerusakan.

Dia berharap adanya perbaikan, mengingat kondisinya sudah parah. “Ini kan gedung pertemuan, malu juga jika dilihat tamu dari daerah lain,” ucapnya kepada Berau Post.

Katanya, gedung tersebut sudah cukup lama berdiri, sehingga beberapa bagian plafonnya jelas sudah rapuh. Dia mengkhawatirkan, jika terus dibiarkan plafon tersebut akan ambruk. “Tentu kita tidak ingin, plafon itu runtuh,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Taupan Madjid mengatakan, pihaknya sudah pernah melakukan perbaikan terhadap plafon tersebut namun tetap saja rusak. Pihaknya pun mencari secara pasti apa penyebab kerusakan tersebut.

“Kita cari tahu dulu penyebabnya, jangan sampai hanya diperbaiki tanpa tidak ditahu apa penyebabnya,” tambahnya.

Untuk penanganan plafon DPRD tersebut perlu dilakukan secara permanen. Jika dikerjakan hanya sebagian, dikhawatirkan plafon lainnya akan rusak. “Kalau kita kerjakan secara Penunjukan Langsung (PL) nanti akan bocor lagi, karena tidak secara permanen pengerjaannya,” ujarnya.

Menurutnya kantor DPRD Berau ini memang perlu direhab, pasalnya sudah terlalu lama usianya dan perlu mendapatkan perbaikan, dikarenakan ruang komisi DPRD juga terjadi kebocoran.

Lebih lanjut, Taupan berharap agar Badan Anggaran (Banggar) DPRD bersama Pemkab Berau duduk bersama melihat berapa perbaikan yang dibutuhkan untuk penanganan plafon tersebut, agar perbaikan plafon bisa segera dilakukan.

“Kalau sudah bicara plafon tentunya atap juga harus diperbaiki, bahkan bentuk atap itu mau kita ubah. Tidak begini kita sudah rencanakan itu,” pungkasnya. (hmd/sam)