TANJUNG REDEB - Menjadi satu-satunya rumah sakit rujukan di Berau, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai Tanjung Redeb masih banyak kekurangan. Hal ini diungkapkan langsung Direktur RSUD dr Abdul Rivai, Jusram.

Ia yang dikonfirmasi pada Rabu (6/4) menuturkan, rumah sakit plat merah tersebut sangat butuh dokter ahli, guna mendukung sumber daya manusia (SDM) yang saat ini memang belum ada di rumah sakit tipe C ini.

“Dengan adanya dokter spesilis, itu bisa mengurangi angka rujukan ke luar daerah,” ucapnya.

Menurut Jusram, dokter spesialis yang paling dibutuhkan yakni spesialis jantung dan Neurologi, atau bidang kedokteran yang berfokus pada otak dan sistem saraf. Menurutnya, dengan adanya dua spesialis ini, dipastikan jumlah rujukan akan turun. “Tentu jika ada mereka, akan menambah ruangan lagi,” bebernya.

Selain itu, ia mengatakan, dengan masuknya dua dokter spesilialis, tentu akan menambah SDM pendukung lainnya. Karena tidak mungkin dokter bekerja sendiri. Otomatis, akan membuka kesempatan banyak lulusan perawat yang bisa bekerja di rumah sakit. “SDM lainnya pasti akan menyusul,” katanya.

Ia berharap, agar Pemkab Berau bisa melengkapi kekurangan dua dokter spesialis tersebut. Karena menurutnya, kedua dokter spesilis tersebut sangat dinantikan masyarakat Berau.

Disinggung mengenai permasalahan infrastruktur di rumah sakit tersebut, ia mengatakan, akan melakukan pembenahan secara perlahan guna mendukung kinerja rumah sakit dalam melakukan pelayana kepada masyarakat.

“Ruangan atau gedung saat ini masih kurang. Padahal rumah sakit kita satu satunya RS rujukan di Berau,” tegasnya.

Selain itu, yang akan menjadi perhatian utama adalah pasien dengan disabilitas. Menurutnya, pelayanan ini wajib ditingkatkan untuk kesetaraan pelayanan. Jusram yang juga menjabat Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Berau ini menegaskan, saat ini rumah sakit tidak akan membeda-bedakan pelayanan. Termasuk fasilitas pendukung untuk disabilitas akan ditingkatkan. “Saat ini saya baru bergabung di manajemen, sehingga saya belum dapat informasi pastinya,” jelasnya.

Diketahui, RSUD dr Abdul Rivai merupakan rumah sakit milik pemerintah Kabupaten Berau yang didirikan pada tahun 1968 dengan nama RSUD Kabupaten Berau. Pada tahun 1974 rumah sakit tersebut dipindahkan ke Batumiang di Jalan Pulau Sambit Tanjung Redeb dengan menempati bekas gedung Kantor Bupati Berau. Dengan semakin bertambahnya jumlah pasien yang harus dilayani maka pada Juni 1986 rumah sakit dipindahkan kembali untuk menempati gedung baru di Jalan Pulau Panjang. Pada tahun 1990 dengan Keputusan Bupati Kepala Daerah Kabupaten Berau Nomor 203 tahun 1990 tanggal 27 Juli 1990 ditetapkan nama RSUD dr Abdul Rivai sebagai pengganti nama RSUD Kabupaten Berau.

“Ini rumah sakit lama, seharusnya sudah ada penambahan, karena jumlah penduduk juga bertambah,” ucapnya.

Sedangkan untuk fasilitas di rumah sakit tersebut, menurutnya sudah bagus. Bahkan ada beberapa alat medis yang tergolong canggih. Hanya tinggal melengkapi sesuai dengan kebutuhan SDM di rumah sakit tersebut.

“Kalau fasilitas ataupun "alat tempur" akan menyesuaikan dengan SDM yang ada. Kita sudah cukup lengkap ya,” pungkasnya. (hmd/har)