TANJUNG REDEB – Sampai saat ini permasalahan minyak goreng (Migor) dianggap belum teratasi sepenuhnya. Menurut Wakil Bupati Berau, Gamalis, sampai saat ini dirinya masih mendengar keluhan dari masyarakat terkait ketersediaan minyak goreng.

Setelah diberi harapan palsu dari distributor asal Kota Bontang yang akan mendistribusikan minyak goreng curah, Gamalis memerintahkan Dinas Koprasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopreindag) untuk cepat mencari distributor agar kebutuhan migor segera teratasi dengan baik. “Karena saat ini sudah mesuk bulan Ramadan, kita harus mencukupi kebutuhan masyarakat. Salah satunya kebutuhan minyak goreng yang sedang mengalami kelangkaan,” ujarnya kepada Berau Post, (6/4).

Gamalis menegaskan bahwa dalam waktu dekat ini ia meminta Diskoperindag bisa mencari alternatif agar kelangkaan minyak goreng tidak lagi terjadi seperti saat ini. “Kelangkaan minyak goreng memang menjadi isu nasional. Tetapi kita akan mencari cara seperti apa agar bisa teratasi dengan baik,”tegasnya.

Dengan begitu dirinya akan langsung berkoordinasi dengan instansi terkait seperti apa perkembangan kebutuhan minyak goreng. Pasalnya, menurut informasi yang didapat, di Kota Balikpapan atau Samarinda barang tersebut ada dan bisa memenuhi kebutuhan Berau. “Akan saya tanyakan seperti apa perkembangan tersebut kepada pak Salim,” tandasnya.

Diwartakan sebelumnya, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoprindag) Berau, Salim mengakui bahwa pihaknya telah melakukan rapat terpadu dengan berbagai sektor, untuk mengatasi permasalahan migor. Pasalnya, janji dari pihak Bontang untuk membantu migor curah, ternyata hanya harapan palsu. Sehingga Berau, berpindah ke Balikpapan untuk mendapatkan bantuan sebanyak 32 ton, dengan harga Rp 14 ribu per liter.

“Iya kita sudah koordinasi dan sudah deal. Kita hanya perlu membayar Rp 14 ribu per liter dan ongkos angkut dari Balikpapan ke Berau,” ujarnya.

Untuk ongkos angkut sendiri kisaran Rp 15 juta dan membutuhkan waktu kurang lebih empat hari. Menurut Salim, kemungkinan migor curah ini akan datang pada pekan depan. Sehingga kebutuhan stok migor dipastikan aman. “Sudah (koordinasi, red) dengan bupati Berau, dan ada anggaran untuk itu (ongkos angkut, red),” jelasnya.

Dirinya menjelaskan, permasalahan migor curah sebelumnya yang dijanjikan oleh Bontang terlalu bertele-tele. Padahal Berau sendiri telah menyiapkan semunya, termasuk tangki penyimpanan. “Setelah rapat tadi, Alhamdulillah dari Balikpapan mau bantu,” katanya.

Selain itu, Salim menambahkan, pada April 2022 ini, Berau juga akan kedatangan sebanyak 14 kontainer migor, dengan harga edar dari agen yakni kisaran Rp 24 ribu perliter. Sedangkan jika sudah sampai ritel harga tertinggi Rp 27 ribu. “Tujuh kontainer sudah PO, dan dalam perjalanan menuju kesini (Berau, red),” tambahnya.

Sedangkan tujuh lainnya diperkirakan akan segera menyusul, Salim mengaku belum mendapatkan data pasti, apakah 14 kontainer tersebut hanya untuk Berau, atau terbagi untuk Wahau, dan Kaltara. Namun ia memastikan, masyarakat Berau tidak akan kesulitan lagi untuk mendapatkan migor baik premium maupun curah. “Iya yang 14 kontainer itu migor premium, dan Idulfitri insya Allah aman,” pungkasnya (aky)