TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoprindag) Berau, Salim, menyebutkan bahwa Pemkab Berau akan mendatangkan sebanyak 14 ton minyak goreng curah guna membantu para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Ia mengatakan, pihaknya baru mendapatkan disposisi dari bupati Berau untuk menindaklanjuti hal tersebut, mengingat kebutuhan minyak goreng cukup besar di Berau. Hal ini juga mengantisipasi kelangkaan minyak goreng di pasaran. “Pendistribusian akan difokuskan pada pelaku UMKM," katanya, Kamis (24/4).

Soal harga, lanjutnya, minyak curah akan mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET) yang diatur pemerintah. Yaitu Rp 14.000 per liter. Dan konsumen dibatasi lima liter per orang. “Sistem pembelian nanti masyarakat hanya perlu antre dengan menggunakan jeriken. Jadi, yang diantrekan jerikennya, untuk meminimalisasi kerumunan,” sambungnya.

Diakuinya, semua persiapan yang dibutuhkan sudah siap. Termasuk ongkos kirim akan ditanggung Pemkab Berau. "Ongkirnya patungan dengan beberapa perusahaan. Tidak bisa memakai APBD, karena permasalahan migor juga mendadak," jelasnya.

Terkait pendistribusian, kata Dia, akan melibatkan lini terkecil pemerintahan yaitu pihak kelurahan. Sebab, minyak goreng diprioritaskan untuk daerah perkotaan terlebih dahulu. Meliputi empat kecamatan, yaitu Tanjung Redeb, Sambaliung, Teluk Bayur dan Gunung Tabur.

Lanjutnya, pihaknya akan meminta kepada setiap kelurahan untuk mendata agar distribusi berjalan lancar. Selain itu, pihaknya juga akan bekerja sama dengan Polres Berau sebagai pihak yang bertugas sebagai keamanan. “Kapolres juga sudah siap untuk mendukung keamanan pendistribusian nanti,” ungkapnya.

Meski pihaknya belum bisa memastikan kedagangan migor curah tersebut, Salim memastikan, kali ini akan didatang, dengan estimasi kedatangan 3-4 hari. Dikatakannya, pengiriman kemungkinan akan dilakukan bertahap dan tidak langsung dikirim semua. "Mengingat jumlahnya juga cukup banyak," ujarnya.

Salim menambahkan, diakui pihaknya yang menjadi kendala adalah tempat untuk menampung minyak curah tersebut. Pihaknya masih memilih lokasi yang tepat. Disebutkannya, saat ini baru ada tempat penampungan dengab kapasitas 8 ton saja. "Rencananya akan ditambah 8 ton lagi," imbuhnya. (hmd/har)