SEGAH – Danramil Segah Kapten Arm Yusuf Zarkasi menyebut banjir yang merendam enam kampung di Kecamatan Segah, sudah berangsur surut. Hingga kemarin (7/4), tersisa Kampung Gunung Sari yang masih menyisakan beberapa genangan air dengan ketinggian sekitar 30 sentimeter.

Dijelaskan Yusuf, Kampung Gunung Sari memang berada di dataran rendah dan kerap terendam banjir. Terlebih saat ini curah hujan tinggi dan air sungai sedang mengalami pasang panjang.

Kondisi itu diperparah dengan makin menyusutnya saluran pembuangan air ke sungai di kampung tersebut. “Iya pembuangannya tersisa 4 atau 5. Sedangkan kemarin itu ada 15 pembuangan air, hanya sudah tertutup,” katanya kepada Berau Post kemarin.

Yusuf mengatakan, hingga kemarin hujan mengguyur namun dengan intensitas sedang. Warga juga sudah tampak kembali beraktivitas normal. “Untuk masyarakat di Kampung Gunung Sari sendiri, air hanya merendam pekarangan rumah mereka,” katanya.

Yusuf bersama tim lainnya, terus melakukan pemantauan. Karena dikhawatirkan air akan kembali naik. Mengingat hujan masih kerap terjadi di hulu Sungai Segah dan Kelay. Ia juga mengaku, terus berkoordinasi dengan aparatur kampung lainnya.

“Pemantauan terus kami lakukan,” tambahnya.

Sebelumnya, hujan deras membuat ketinggian air di Sungai Kelay dan Segah naik, Rabu (6/4). Kondisi itu sempat membuat enam kampung di Kecamatan Segah terendam banjir. Dengan ketinggian air hingga 1 meter.

Menurut Camat Segah, Noor Alam, banjir yang terjadi di wilayahnya itu berbeda dari sebelum-sebelumnya. Sebab, naiknya debit air sungai tidak bertahan lama atau hingga berhari-hari.

“Enam kampung yang terkena banjir yakni Long Ayan, Long Laai, Siduung Indah, Tepian Buah, Punan Malinau, dan Gunung Sari,” ujarnya.

Warga disebutnya masih belum mengungsi. Sebab, ketinggian air tidak sampai masuk ke dalam rumah warga yang mayoritas rumah panggung. Meski begitu, ia tetap mengkhawatirkan masih terjadi hujan di hulu sungai. Karena akan berimbas pada naiknya ketinggian air. “Sejauh ini belum (mengungsi, red), warga masih bertahan,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logisitik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, Nofian Hidayat menerangkan, dalam tiga hari terakhir debit air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Segah dan Kelay meningkat. Air pasang ditambah dengan intensitas hujan yang masih tinggi dalam beberapa hari terakhir, menyebabkan air sungai meluap hingga merendam permukiman warga.

"Tapi sekarang dari pantauan sudah berangsur surut secara bertahap," jelas Nofian.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan kepala kampung dan aparat setempat, untuk penanganan banjir. "Tim BPBD masih keliling di lapangan mengecek langsung, dan sebagian yang berada di kantor memonitor via telepon, informasi air sungai sudah mulai surut begitu juga debit air, dan jalan sudah bisa dilalui," katanya.

Di sisi lain, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Berau, Tekad Sumardi menerangkan, intensitas hujan di daerah hulu sungai, berlangsung sedang hingga lebat.

 “Ini kan sudah tiga hari pasang tinggi, hujan dari hulu tertahan oleh air pasang panjang,” jelasnya.

Menurut Tekad, perkiraan air pasang panjang itu kurang lebih empat hari. Dan sudah memasuki hari-hari terakhir Berau mengalami pasang panjang. Sedangkan untuk La Nina sendiri, Tekad mengatakan, untuk April sudah menurun pengaruh La Nina.

“Sebenarnya untuk di Berau pengaruh La Nina sudah menurun pada April ini. Kalau curah hujan tidak tinggi. La Nina puncaknya pada Maret lalu,” pungkasnya.(hmd/udi)