TANJUNG REDEB – Diberi amanah menjadi Camat Gunung Tabur, Mardiatul Idalisah bertekad tingkatkan potensi-potensi yang ada di wilayah kerjanya seperti sektor pertanian, perkebunan, wisata, hingga kuliner.

Maka dari itu, saat ini dirinya mulai intens mengundang seluruh pihak mulai dari pejuang sigap, kepala kampung, lurah, maupun para pendamping untuk mensinergikan program yang dimilikinya.

Diakuinya, Gunung Tabur kaya akan sumber daya manusia (SDM) dan sumber daya alam (SDA) yang mumpuni guna meningkatkan perekonomian. Bahkan masing-masing kampung memiliki sektor perkebunan yang bagus termasuk pertanian yang siap bersaing dengan kampung di kecamatan lain.

Di antaranya Kampung Tasuk, yang menurutnya bisa menjadi sentra padi, mengingat masih banyaknya ‘lahan tidur’ yang masih bisa digarap. Namun tentunya dia tidak bisa bekerja sendiri, perlu dukungan seluruh pihak, guna memajukan pertanian Berau yang selama ini masih mengandalkan pasokan dari Sulawesi dan Jawa.

“Jika dikelola dengan baik, saya yakin akan maju, asal semua ikut campur tangan,” ucapnya diwawancara, kemarin (8/4).

Wanita yang sebelumnya bertugas sebagai Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar, Dinas Pendidikan Berau ini juga menyebut, selain pertanian dan perkebunan, tentunya wisata kuliner akan digenjot seperti program sebelumnya yakni Pasar Barambang.

Diketahui, Pasar Barambang sempat heboh namun meredup akibat pandemi Covid-19. Maka dari itu, dia berjanji akan kembali membangkitkan perekonomian masyarakat melalui pasar tersebut.

“Jadi semua di konsep dengan baik dan benar. Agar kembali menarik pembeli, sehingga perekonomian kembali pulih,” katanya.

Di pasar itu nanti dia berencana, masyarakat diminta menjual jajanan khas Berau seperti bubur ancur paddas, telinga sagai atau kue angka delapan. Hal ini diyakininya bisa mengobati rasa rindu masyarakat akan kue dan hidangan tradisional Bumi Batiwakkal. “Bagi masyarakat yang ingin belajar membuatnya juga nanti akan disiapkan,” tambahnya.

Adapun sektor pariwisata, Kecamatan Gunung Tabur ditegaskannya memiliki Museum Batiwakkal yang banyak menyimpan sejarah dan benda-benda pusaka, yang dipakai oleh raja-raja dahulu. Dirinya juga berencana membenahi makam para raja untuk wisata religi. Termasuk pengembangan sentra kampung batik di Kampung Maluang.

“Tentunya perlu bantuan dari pihak ketiga, semua ini tujuannya untuk kepentingan masyarakat dan kemajuan Berau,” katanya. (hmd/sam)