TANJUNG REDEB –Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Berau mengamankan seorang warga Jalan PD. Guna, AT (34). Karena nekat mengaku-ngaku sebagai anggota Brigade Mobil (Brimob).

Kasat Reskirm Polres Berau, AKP Ferry Putra Samodra didampingi Komandan Kompi (Danki) Brimob Berau, Iptu Junaidi menyampaikan, penangkapan AT berawal dari laporan masyarakat, bahwa ada oknum Brimob yang tidak membayar makanan di wilayah Kecamatan Tanjung Redeb. 

Pihaknya pun langsung melakukan penelusuran terhadap AT. Hingga diketahui ada seorang korban yang merupakan pacar AT, dan mengungkapkan AT mengaku sebagai anggota Brimob. “Sehingga kami melakukan pengecekan ke Mako Brimob, dan tidak menemukan identitas AT,” ujarnya kepada Berau Post, kemarin (8/4).

Dalam pengembangannya, AT dijelaskan Ferry memakai modus dengan selalu memakai atribut Brimob lengkap disertai dengan senjata mainan. Setelah bukti lengkap, anggota Satreskim dibantu tim Brimob melakukan penangkapan terhadap AT. Meskipun dalam prosesnya, AT sempat berusaha melarikan diri ke hutan, namun tetap didapat petugas.

“Kami melakukan pengeledahan di tempat tinggalnya dan mendapatkan beberapa atribut lengkap dari Brimob,” tuturnya.

Saat diintrogasi, terungkap modus dari tersangka tersebut adalah untuk menipu kenalan wanitanya di media sosial (Medsos), dengan mengaku sebagai anggota polisi. “Jadi modusnya ini dia mendekati wanita lewat medsos terlebih dahulu, dan pelan-pelan dia akan memoroti pacarnya dengan iming-iming dia adalah sebagai anggota Polri,” ujar Ferry.

Setidaknya, terdapat enam korban yang sudah ditipu AT. Bahkan, satu di antaranya sedang hamil. “Ada yang hamil ulah tipuan pelaku sebagai anggota Brimob ini,” katanya.

Komandan Kompi (Danki) Brimob Berau, Iptu Junaidi menyampaikan, masalah ini pihaknya serahkan ke Polres Berau. Pasalnya, hal tersebut berkaitan dengan hukum. “Kami kemarin juga membantu tim Satreskim dalam memburu tersangka, dan akhirnya bisa diamankan,” terangnya.

Dirinya juga meminta masyarakat jangan terbuai akan profesi seseorang dan lebih jeli lagi dalam menilai seseorang, meski mengaku sebagai anggota Polri. “Ini menjadi pelajaran untuk kita semua, agar bisa lebih bijak dalam bermedia sosial,” tandasnya.

Sementara itu, AT yang diwawancara mengaku melakukan hal tersebut sejak November 2021 lalu. Dirinya menjelaskan, awal mula menjadi Brimob gadungan karena mengedit salah satu fotonya dengan memaki seragam anggota Brimob.

“Saya iseng mengedit, dan terlihat seperti cocok. Dari situ saya langsung mencoba sebagai anggota Brimob,” katanya.

Untuk mendapatkan atribut lengkap Brimob, dirinya mengaku mendapatkannya dengan membeli di salah satu online shop. Hal ini dilakukannya tak lain untuk mengelabui kaum hawa, agar bisa dimanfaat olehnya.

“Benar ada enam (korbannya, red) dan semuanya adalah masyarakat Berau. Saya kenalan melalui Facebook dan media sosial lainnya,” ujarnya.

Akibat perbuatan tersebut, AT pun terancam Pasal 378 dan 372 dengan ancaman hukuman 4 tahun kurungan penjara.(aky/arp)