TANJUNG REDEB - Kepala Kampung Gurimbang, Edy Gunawan, mengakui jalan alternatif menuju kampungnya hingga saat ini belum dilakukan pengaspalan. Padahal rencananya jalan tersebut akan diaspal tahun ini.

Dikatakan Edy, untuk jalur utama di lingkungan RT 3 saat ini memang sudah mulai diperbaiki oleh pihak DPUPR dan pihak ketiga (perusahaan). Namun memang untuk memperbaiki secara permanen itu memerlukan biaya yang cukup besar. Sehingga saat ini hanya perbaikan pemindahan jalan sementara agar tetap bisa dilewati warga kampung.

"Dari hasil koordinasi dengan pihak PU,  untuk permanenkan jalan utama memerlukan dana sekitar Rp 30 miliar," ujarnya saat ditemui disela-sela kegiatannya, kemarin (13/4).

Kendati itu, mereka memilih opsi dengan merelokasi jalan tersebut. Karena ketika diperbaiki lagi akan berpotensi longsor. Terlebih jalur tersebut bukan yang pertama kalinya terjadi longsor. Jadi alternatifnya relokasi jalan. Karena untuk melakukan relokasi jalan hanya membutuhkan dana sekitar Rp 7,5 miliar.

"Makanya ditawarkan untuk merelokasi jalan tersebut. Jadi solusinya akan dibuat jalan alternatif sepanjang 500 meter dari simpang tiga tugu udang menembus ke lokasi PDAM," jelasnya.

Pihaknya berharap jalan alternatif bisa segera rampung agar akses tiga kampung, yakni Gurimbang, Tanjung Perangat, dan Sukan Tengah ini bisa dilewati dengan aman oleh warga setempat.

Sebelumnya, kondisi ruas jalan Kampung Gurimbang, Kecamatan Sambaliung, tepatnya di kawasan RT 3, mengkhawatirkan. Karena kerusakan sejak tahun lalu itu sempat rusak parah dan membuat badan jalan mulai ambles sepanjang kurang lebih 10 meter. (mar/har)