TELUK BAYUR –Proses pemadaman kebakaran yang melanda gudang sekaligus distributor ban Brigestone pada Sabtu (24/4) lalu, berlangsung kurang lebih 16 jam. Api baru berhasil dijinakan pada pukul 08.00 Wita, Minggu (25/4).

Seperti diketahui, api mulai berkobar sejak pukul 16.00 Wita. Sulitnya material terbakar untuk dipadamkan, membuat para anggota pemadam kebakaran (damkar) dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau rela buka puasa dan sahur di lokasi kejadian.

Menurut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nofian Hidayat, kobaran api sebenarnya sudah bisa dipadamkan sejak pukul 23.45 Wita. Namun, material ban yang terbakar membuat petugas terpaksa memadamkan total api di bagian dalam gudang yang berisi ban.

“Untuk api besarnya malam hari kami padamkan, tapi bagian dalam agak susah. Karena areanya tertutup, dan ban itu susah padamnya,” ujar Nofian kepada awak media.

Sehingga para anggotanya di lapangan harus berjibaku, agar seluruh lokasi tidak ada lagi yang terbakar. Apalagi pihaknya turut dibantu alat berat, untuk memadamkan kobaran api pada area gudang ban. “Semua sudah clear, pendinginan juga sudah dilakukan,” ucapnya.

Sementara itu, Kapolsek Teluk Bayur, Iptu Didik mengatakan, masih melakukan penyelidikan terhadap penyebab kebakaran. Terdapat dua orang saksi, wakar dan pekerja yang masih berada di lokasi kejadian pada saat kebakaran terjadi.

“Hasil pemeriksaan wakar atau penjaga, katanya ia tidak bisa masuk karena pintu terkunci,” ujarnya.

Wakar sendiri mengetahui kebakaran pada saat mendengar teriakan seseorang, karena melihat asap tebal mengepul pada bagian belakang gudang. “Jadi setelah mendengar teriakan tersebut, wakar langsung mengecek. Namun tidak bisa masuk, dan ia menghubungi staf HRD untuk meminta kunci,” ungkapnya.

Perihal kerugian, Didik belum bisa memastikan. Namun, ia memperkirakan jumlah kerugian mencapai miliaran rupiah. Pihaknya juga telah memasang garis polisi guna melakukan penyelidikan secara pasti apa penyebab kebakaran tersebut.

“Tunggu ya, kami masih penyelidikan,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, kebakaran hebat melanda gudang dan distributor ban luar Brigestone, sekira pukul 16.00 Wita, Sabtu (23/4). Lokasi gudang yang tertutup pun sempat membuat petugas pemadam kebakaran kesulitan memadamkan Si Jago Merah.

Devi, karyawan gudang mengatakan, sudah pulang saat kejadian. Namun  ia memastikan semua jaringan listrik di wilayah gudang sudah padam saat meninggalkan lokasi.

"Saya pulang setengah lima sore. Enggak ada mencium bau apa-apa (hangus, red). Karena posisi baru bongkar ban," katanya.

Menurut Eko, salah seorang warga sekitar, saat kejadian gudang terlihat sudah tutup dan karyawan sebagian sudah pulang. Namun muncul asap hitam pada bagian belakang gudang. Di mana di lokasi tersebut banyak tumpukan ban luar. "Asap itu pertama muncul dari belakang, tidak lama ada api," ujarnya.

Saat kejadian disebutnya, tidak terdengar suara ledakan apapun. Ia menduga api berasal dari korsleting listrik. Pasalnya api juga berasal dari plafon gudang tersebut. "Iya dari atas (plafon,red) makin lama makin besar api sama asapnya," ucapnya.

Sementara itu, besarnya kobaran api serta material yang mudah terbakar, membuat petugas damkar dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau mengalami kesulitan. Bahkan saat kejadian ini, ia melihat satu orang dilarikan ke rumah sakit. "Ada ibu-ibu tadi dilarikan ke rumah sakit. Tidak tahu kenapa," ucap Eko.

Sementara itu, Kapolsek Teluk Bayur, Iptu Didik mengatakan, masih belum bisa mengkonfirmasi penyebab kebakaran. "Penyebabnya belum diketahui," ucapnya.

Dijelaskannya, informasi masuk di Polsek Teluk Bayur sekira pukul 16.00 Wita. Saat tiba di TKP (tempat kejadian perkara) asap sudah besar.

Perihal seorang warga yang dilarikan ke rumah sakit, Didik mengatakan korban kecapean dan terlalu banyak menghirup asap. "Bukan (terbakar,red) ia kecapean," jelasnya.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik, BPBD Berau, Azkar mengungkapkan, telah menurunkan seluruh unit damkar. Bahkan, unit-unit yang berada di tiga kecamatan terdekat turun diterjunkan untuk melakukan pemadaman.

"Sebanyak 10 unit yang diturunkan dan ada juga dua unit dari bandara," tuturnya.

Ia menjelaskan, lokasi gudang yang tertutup membuat para petugasnya di lapangan kesulitan memadamkan api. "Susah untuk masuk. Dan ban yang terbakar. Jadi butuh waktu lama untuk memadamkannya. Kami gak berani masuk karena sudah mulai runtuh," pungkasnya.(hmd/arp)