TANJUNG REDEB – Ketua DPRD Berau, Madri Pani turut merspons aksi pemukulan oknum guru Aparatur Sipil Negara (ASN) di SD Negeri 001 Tabalar, berinisial MH, kepada guru honorer berinisial Mn.

Meski kasus tersebut sudah selesai melalui jalur damai, seharusnya Dinas Pendidikan melalui dewan pengawas bisa mengambil sikap tegas terkait insiden tersebut. Hal ini dikatakannya, karena hal itu sudahmencoreng wajah pendidikan di Bumi Batiwakkal.
"Disdik jangan diam. Mereka harus memberikan sanksi sebagaimana aturan yang ada. Jangan karena damai, sanksi yang seharusnya diberikan kepada pelaku tidak dilaksanakan," katanya, Senin (25/4).
Dijelaskannya, baik statusnya ASN maupun honorer jika melakukan tindakan tercela, tidak usah pandang bulu, jika memang layak diberikan sanksi maka harus berikan.
Hal itu disebutnya agar menjadi pelajaran bagi pihak lain, dan tidak ada lagi aksi kekerasan di lingkup sekolah. Dimana, seorang guru yang seharusnya memberikan contoh baik kepada anak muridnya, bukan menjadi teladan yang malah merusak akidah anak-anak.
“Jika dibiarkan, dikhawatirkan kejadian ini akan terulang kembali,” tegasnya.
Menurutnya, apapun alasan terjadinya pemukulan itu tidak dibenarkan. Apalagi, dilakukan di depan murid yang sedang belajar. Hal itu menurutnya, bisa saja menimbulkan trauma kepada murid yang melihat kejadian tersebut. Sebagai seorang guru, sangat tidak baik melakukan aksi kekerasan di dalam kegiatan belajar mengajar. Sementara, jika Disdik tidak memberikan sanksi tegas dikhawatirkan kejadian serupa akan kembali terjadi di masa mendatang.
"Jika Disdik memberikan sanksi tegas kepada pelaku pemukulan, itu akan menjadi pelajaran dan warning kepada guru-guru lainnya. Jika tidak ada sanksi diberikan, maka tidak akan ada efek jera," tuturnya.
Dirinya juga mengingatkan Dinas Pendidikan, untuk benar-benar melakukan pengawasan agar dunia pendidikan di Berau, berjalan lancar dan tertib. Jangan sampai terjadi persoalan yang mencoreng nama baik pendidikan Berau.
Makanya kata Madri, setiap terjadi kejadian yang melanggar aturan maupun pidana, dapat diberikan sanksi sesuai perbuatan yang dilakukan.
"Saya kira ini kejadian baru terjadi. Makanya, saya ingin Dinas Pendidikan memperhatikan dalam setiap kasus yang terjadi. Terutama dalam hal pemberian sanksi, Dinas Pendidikan harus tegas. Jangan tebang pilih," tutupnya.
Sementara, Kepala Disdik Berau Murjani mengatakan, untuk kasus pemukulan sesama guru SD di Kampung Tubaan, sudah selesai dan tidak lagi diperpanjang. Kedua belah pihak sudah sepakat berdamai.
Apalagi, dirinya juga sudah mengutus timnya untuk menyelesaikannya, agar persoalan tidak berlarut-larut. Karena bagaimanapun kedua guru tersebut masih aktif melakukan kegiatan belajar mengajar di sekolah.
“Sudah berdamai. Dan tidak diperpanjang lagi,” tuturnya.
Ketika ditanya mengenai apakah ada sanksi yang diberikan kepada pelaku pemukulan, Murjani belum bisa memberikan komentar mengenai hal itu. Terlebih, timnya yang bertugas menyelesaikan masalah tersebut juga mengalami kecelakaan lalu lintas.
“Saya belum terima informasinya. Yang jelas, kasusnya sudah selesai,” pungkasnya.(hmd/sam)